Obesitas pada Usia Muda Tingkatkan Risiko Kematian Dini Hingga 70 Persen
Rabu, 29 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Durasi seseorang hidup dengan kondisi kelebihan berat badan kini menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal eClinicalMedicine mengungkapkan bahwa waktu terjadinya kenaikan berat badan memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap risiko kesehatan di masa depan.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Lund University, Swedia, ini melibatkan 600 ribu peserta dengan pemantauan data berat badan sejak usia 17 hingga 60 tahun. Hasil temuan menunjukkan bahwa individu yang mulai mengalami obesitas pada rentang usia 17 hingga 29 tahun memiliki risiko kematian dini 70 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang berat badannya tetap stabil hingga usia 60 tahun.
Epidemiolog dari Lund University, Tanja Stocks, menjelaskan bahwa pola kaitan antara usia muda dan risiko kesehatan ini merupakan temuan yang paling konsisten dalam riset tersebut. Menurutnya, kapan kenaikan berat badan itu terjadi sama pentingnya dengan jumlah kenaikan berat badan itu sendiri.
Para peneliti menduga bahwa durasi obesitas menjadi faktor kunci yang memperburuk kondisi biologis seseorang. Tubuh yang terpapar kondisi kelebihan berat badan dalam waktu lama akan mengalami tekanan biologis yang besar, termasuk risiko peradangan kronis, resistensi insulin, hingga gangguan pembekuan darah. Paparan jangka panjang ini kemudian memicu munculnya penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, serta penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian terbesar.
Menariknya, studi ini juga menemukan perbedaan dampak antara pria dan wanita. Pada kelompok wanita, risiko kematian akibat kanker tidak terlalu dipengaruhi oleh kapan kenaikan berat badan terjadi. Para ahli menduga faktor hormonal, termasuk fase menopause, memiliki peran tersendiri yang perlu diteliti lebih mendalam.
Meski temuan ini memberikan peringatan keras, para peneliti menekankan bahwa risiko tersebut masih dapat ditekan. Menjaga berat badan ideal dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk menghindari komplikasi kesehatan di kemudian hari.
Editor: Mohamad Tohir






































