Penderita Thalasemia Perlu Waspada Konsumsi Zat Besi, Dokter Ingatkan Risiko Penumpukan di Organ
Senin, 25 Mei 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Penderita thalasemia diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung zat besi. Dokter menegaskan bahwa asupan zat besi berlebih justru dapat menimbulkan masalah kesehatan serius bagi pasien dengan gangguan darah keturunan ini.
Thalasemia menyebabkan tubuh mengalami kesulitan memproduksi hemoglobin secara normal. Karena kondisi tersebut, pasien seringkali menjalani transfusi darah secara rutin untuk menjaga kadar hemoglobin tetap stabil. Prosedur medis ini memang membantu, namun di sisi lain juga meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh secara bertahap.
Penumpukan zat besi yang terjadi terus menerus dapat mengendap di sejumlah organ vital seperti jantung, hati, dan kelenjar endokrin. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi merusak fungsi organ dan menimbulkan komplikasi jangka panjang. Karena itu, konsumsi makanan tinggi zat besi atau suplemen tambahan tanpa anjuran dokter sebaiknya dihindari.
Tenaga medis menyarankan pasien thalasemia untuk selalu berkonsultasi sebelum mengubah pola makan atau mengonsumsi vitamin. Pemantauan kadar feritin secara berkala juga diperlukan agar penumpukan zat besi dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan terapi pengikat zat besi bila diperlukan.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir





































