Waspada Ancaman Penyakit Menular Lewat Tikus, Dinkes Bojonegoro Gencarkan Edukasi Hantavirus
Sabtu, 16 Mei 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro gencar mengingatkan warga untuk memperketat kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus, sebuah penyakit menular berbasis lingkungan yang disebarkan oleh hewan pengerat seperti tikus. Sosialisasi ini masif dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat demi memproteksi kesehatan seluruh lapisan masyarakat dari potensi penularan virus berbahaya tersebut.
Menurut penjelasan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr. Rury Dewi, penularan Hantavirus bisa terjadi sewaktu manusia menghirup partikel debu yang sudah tercampur dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Selain melalui udara, penularan juga rawan terjadi apabila tangan seseorang menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi lalu langsung mengusap area mata, hidung, atau mulut sebelum sempat mencuci tangan dengan bersih.
“Penyakit ini perlu diwaspadai karena penularannya sangat erat dengan kondisi kebersihan lingkungan. Oleh karena itu masyarakat harus lebih peduli menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar,” terang dr. Rury Dewi, Jumat (15/05/2026).
Lebih lanjut, dr. Rury memaparkan bahwa tanda-tanda awal ketika seseorang terjangkit Hantavirus mirip sekali dengan gejala influenza, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri pada otot, serta rasa mual yang disertai muntah. Jika penanganan medis terlambat diberikan, komplikasi dari penyakit ini dapat memburuk dan berakibat fatal bagi keselamatan jiwa pasien.

Flyer imbauan waspada hanta virus kepada masyarakat oleh Dinas Kesehatan Bojonegoro.
Guna menangkal risiko tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mendorong warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten. Langkah konkret yang dapat dilakukan meliputi pembersihan rutin tempat tinggal, memastikan tempat penyimpanan air dan makanan selalu tertutup rapat, membuang sampah pada tempatnya, serta menjauh dari interaksi langsung dengan tikus ataupun kotoran hewan tersebut.
Masyarakat juga sangat disarankan untuk senantiasa memakai masker dan sarung tangan pelindung ketika sedang membersihkan sudut-sudut rumah yang kotor atau ruangan terisolasi yang sudah lama ditinggalkan kosong, demi meminimalkan paparan debu yang tercemar virus.
“Lingkungan bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai penyakit menular, termasuk Hanta Virus. Pencegahan harus dimulai dari rumah dan dilakukan bersama-sama,” tambahnya.
Melalui gerakan edukasi yang berkesinambungan ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menaruh harapan besar agar tingkat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga higienitas lingkungan dapat terus meningkat, sehingga proteksi kesehatan diri serta keluarga dapat terwujud secara optimal.





































