News Ticker
  • Kapolres AKBP Afrian Satya Permadi Pimpin Upacara Sertijab PJU Hingga Kapolsek, Ini Daftar Lengkapnya
  • Kuatkan Ekonomi Masyarakat di Sekitar Wilayah Operasi, Komut dan Manajemen PEPC Turun Temui Warga
  • PORKAB II Bojonegoro Resmi Dibuka oleh Bupati Setyo Wahono
  • Perhutani Bojonegoro Diskusi Bareng Pemerhati Lingkungan, Bahas Ancaman Ekologi
  • Capaian Lampaui Target, BPJS Kesehatan Ungkap 98,62 Persen Penduduk Indonesia Terdaftar
  • Tutup PKN II di BPSDM Jatim, Khofifah Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif
  • 03 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 3 Juli 2026
  • Verifikasi Rampung, Dinas Pendidikan Bojonegoro Kebut Proses Administrasi Pencairan Beasiswa Lanjutan 2026
  • 34 Kasus Narkoba di Bojonegoro Berhasil Diungkap, 11 Orang Jadi Tersangka
  • Gelar Silaturahmi Perdana, Dewan Pendidikan Bojonegoro Serap Masukan Sektor Pendidikan dari Sejumlah Instansi
  • 487 Mahasiswa Peternakan UB Malang Gelar KKNT di Bojonegoro, Ini Sebarannya
  • 02 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 02 Juli 2026
  • Pemkab Bojonegoro Serahkan Bantuan Gerobak Baru Bagi Para Pedagang Serabi
  • Polres Bojonegoro Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Wahono Beri Kejutan Tumpeng
  • TPS 3R Srawung Makmur Trucuk, Bojonegoro Jadi Pusat Edukasi, Warga Belajar Budidaya Magot dan Olah Kompos
  • Perkuat Pelayanan Publik Pemprov Jatim Usulkan 2.100 Formasi CPNS dan PPPK Tahun 2026
  • Integricast, Podcast tentang Integritas Pelayanan Publik oleh Inspektorat Bojonegoro
  • Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Resmi Beroperasi
  • Riset Buktikan Golongan Darah O Miliki Perisai Alami Lebih Kebal dari Risiko Gangguan Jantung
  • 01 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 1 Juli 2026
  • Pengusaha Keluhkan Rumitnya Perizinan di Bojonegoro, DPRD Minta Pelayanan Dievaluasi
Mengenal Proses Bersin dan Berbagai Faktor Pemicu Refleks Alami Tubuh

Mengenal Proses Bersin dan Berbagai Faktor Pemicu Refleks Alami Tubuh

Bersin merupakan hembusan udara kuat dari paru-paru yang keluar melalui hidung dan mulut secara tidak sadar. Kondisi ini merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh untuk mengeluarkan zat-zat pengganggu seperti kotoran, debu, dan serbuk sari dari saluran pernapasan, sehingga refleks ini sangat tidak disarankan untuk ditahan.

Meskipun terkadang terasa mengganggu, bersin jarang menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang serius. Berdasarkan data medis, terdapat beragam faktor yang dapat memicu terjadinya bersin pada seseorang, mulai dari paparan alergi, infeksi virus seperti flu, penggunaan obat semprot hidung, konsumsi makanan pedas, hingga faktor psikologis seperti stres dan luapan emosi yang memicu pelepasan zat histamin dalam tubuh.

Di balik fungsinya sebagai pembersih saluran napas, satu kali bersin nyatanya dapat melepaskan hingga 40 ribu droplet atau percikan air liur ke udara bebas. Kondisi ini berpotensi menjadi media penularan berbagai penyakit infeksius kepada orang lain di sekitarnya, seperti influenza, radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus, infeksi respiratory syncytial virus (RSV), hingga pneumonia.

Secara medis, bersin dikategorikan sebagai bentuk refleks neurologis kompleks yang melibatkan kerja sistem saraf pusat. Proses ini diawali dari adanya rangsangan berupa iritasi pada lapisan dalam hidung, yang tidak hanya dipicu oleh partikel fisik, melainkan bisa terjadi akibat bau menyengat hingga paparan cahaya yang terlalu terang.

"Cahaya terang juga bisa memicu reaksi pada lapisan hidung," kata ahli alergi di Amerika Serikat, Dr Pramod Kelkar.

Setelah reseptor di dalam hidung menerima rangsangan tersebut, sistem saraf akan langsung mengirimkan impuls menuju batang otak, tepatnya pada bagian pusat kendali bersin. Sinyal ini kemudian diteruskan kembali ke neuron motorik untuk menggerakkan serangkaian otot tubuh.

"Impuls saraf mengirim sinyal ke batang otak, tempat pusat bersin berada," jelasnya.

Lebih lanjut, batang otak memegang kendali penuh dalam mengoordinasikan respons otot-otot besar agar dapat menghasilkan tekanan udara yang diperlukan untuk mengeluarkan partikel asing.

"Setelah batang otak menerima sinyal itu, ia mengirimkan sinyal kembali ke neuron motorik, artinya ke otot-otot di dada, perut, dan tenggorokan," tambah Kelkar.

Kontraksi serentak dari otot-otot tersebut pada akhirnya menciptakan tekanan tinggi di dalam dada dan saluran pernapasan, sebelum akhirnya udara dihempaskan keluar melalui mulut dan hidung dengan kecepatan yang diperkirakan mampu mencapai 160 kilometer per jam. Setelah fase pelepasan udara berkecepatan tinggi tersebut selesai, tubuh umumnya akan memproduksi hormon endorfin.

"Tekanan yang menumpuk di dada, perut, dan tenggorokan itu akhirnya dilepaskan. Jadi tubuh terasa lebih lega," tandasnya.

Melalui pelepasan hormon endorfin atau hormon bahagia pasca-bersin, tubuh secara alami akan merasakan sensasi lega dan nyaman setelah berhasil membersihkan saluran pernapasan dari berbagai paparan zat asing.

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1783096215.2727 at start, 1783096219.0261 at end, 3.7533669471741 sec elapsed