Sanggar Dunia Imajinasi Gelar Festival Bocah Dolanan, Ada Workshop Korah-Korah
Minggu, 05 Juli 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Sanggar Dunia Imajinasi Bojonegoro menggelar kegiatan edukatif Festival Bocah Dolanan selama empat hari. Acara ini resmi dibuka sejak Sabtu (04/07/2026) kemarin dan dijadwalkan berakhir pada Selasa (07/07/2026) lusa. Terdapat banyak rangkaian agenda menarik dan edukatif yang disuguhkan, mulai dari workshop desain Canva, workshop hidroponik, pelatihan korah-korah, hingga pentas karya seni anak.
Pengelola Sanggar Dunia Imajinasi, Agung Riduwan Asmaka, mengatakan bahwa festival ini digelar berangkat dari rasa keprihatinannya terhadap kondisi sosial anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Ia mengaku melihat banyak anak yang minim mendapatkan ruang hiburan, waktu bermain, bersenang-senang, serta aktivitas positif layaknya dunia anak-anak pada umumnya.
“Karena kesibukan orang tua, anak-anak di sini hampir tidak pernah liburan ke luar kota. Saat libur sekolah tidak ada kegiatan positif, saya prihatin melihat kondisi itu,” kata lulusan jurusan Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bojonegoro ini.
Menurut Agung, dengan diadakannya festival ini akan membuat hari-hari anak menjadi lebih produktif. Anak-anak dapat memanfaatkan waktu luang liburan mereka untuk belajar banyak hal baru yang positif. Pola edukasi berbasis bermain seperti ini dinilai sangat penting bagi perkembangan psikologis dunia anak-anak.
Ide dan konsep acara dalam festival ini dikemas cukup beragam. Banyak program yang lahir berasal dari sumbang saran masukan kawan-kawannya, namun ada juga yang diadopsi langsung dari pengalaman pribadinya yang dirasa sangat perlu diajarkan kepada generasi muda. Salah satunya adalah pelatihan korah-korah. Istilah korah-korah sendiri merupakan sebutan dalam bahasa Jawa untuk aktivitas mencuci dan membersihkan wadah atau peralatan dapur kotor setelah digunakan untuk aktivitas memasak atau makan.
“Saya pernah ke Sumba untuk mengikuti program pendidikan yang jauh dari rumah. Di sana awalnya saya sempat kesulitan karena tidak terbiasa korah-korah. Dari situ saya merasa aktivitas ini sangat penting diajarkan sejak dini, karena merupakan bagian dari kemampuan dasar hidup (life skill),” tutur Agung mengenang kisah masa lalunya.
Festival Bocah Dolanan ini sendiri sudah rutin digelar setiap tahun sejak 2024 lalu hingga sekarang. Meski demikian, kegiatan serupa sejatinya sudah mulai dirintis dari tahun-tahun sebelumnya, walaupun menggunakan nama atau nomenklatur kegiatan yang berbeda. Pada tahun 2021 misalnya, nama agenda tahunan ini dikenal oleh warga dengan sebutan Festival Hujan.
“Secara esensi dan nilai yang dibawa sebenarnya sama, cuma kemasan namanya saja yang berbeda,” tegas pemuda yang pernah menerima Penghargaan Pemuda Pelopor tingkat Jatim ini.
Agung menjelaskan secara mendetail bahwa festival ini bersifat inklusif dan terbuka lebar untuk masyarakat umum. Siapa saja diperbolehkan bergabung dan berpartisipasi aktif, baik sebagai peserta maupun terlibat menjadi kontributor pengisi acara. Semangat kebersamaan tanpa sekat menjadi pegangan teguh Agung dalam menjalankan roda organisasi sanggar ini. Terbukti, beberapa kalangan dari latar belakang yang berbeda turut serta bahu-membahu menyukseskan acara, mulai dari unsur akademisi, seniman, rekan-rekan penyandang disabilitas, dan elemen komunitas lainnya.
Reporter: Mohamad Tohir
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo






































