Hujan Mulai Turun, Petani Masih Kesulitan Air
Minggu, 24 Januari 2016 09:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kapas - Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro beberapa hari ini, belum memberi angin segar bagi sebagian petani. Pasalnya pasokan air yang ada belum sesuai kebutuhan tanam di beberapa tempat. Akibatnya masa tanam padi yang semestinya sudah dimulai belum juga dilaksanakan.
Seorang petani di Desa Tanjungjarjo, Kecamatan Kapas, Sunipi (51), mengaku sempat bersyukur lantaran seringnya hujan yang turun akhir-akhir ini. Dia juga sempat meninjau sawahnya yang hanya
mengandalkan hujan, dan sedikit bantuan dari resapan embung yang dibangun oleh pemerintah. Hanya saja pasokan air, kata dia, belum bisa jika digunakan untuk mengairi sawahnya.
"Sekarang semestinya sudah nrancah. Yaitu masa pertumbuhan sesudah tandur. Tapi sekarang airnya belum cukup," kata Sunipi.
Dia menambahkan bahwa kurangnya pasokan air, sedikit mengganggu pertumbuhan padi di sawahnya. Bahkan sempat mengalami masa-masa kerdil. Ke depannya, dia berharap agar hujan kembali turun. Sehingga pasokan air makin bertambah. Dan tanaman bisa tumbuh lancar.
Petani lain di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Parwidi (29), mengaku juga mengalami hal yang sama. Derasnya hujan yang turun di kota ledre beberapa hari terakhir belum membantu pertumbuhan tanaman padinya.Pasokan air baru membasahi tanah yang sudah ada.
"Untung kita terbantu dengan aliran air dari bengawan. Jadi kalo kurang air kita bisa langsung sedot. Hanya saja kita kan juga harus tambah biaya," ujarnya pada beritabojonegoro.com (BBC), Sabtu (23/01) kemarin. (rul/moha)












































.md.jpg)






