Imago Gelar Seminar Ekonomi Kreatif
Minggu, 24 Januari 2016 14:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Sebanyak 200-an pemuda, terdiri dari pelajar, mahasiswa dan aktivis karang taruna, menghadiri seminar ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Bojonegoro (Imago) yang kuliah di Jogjakarta. Hadir sebagai pengisi acara adalah Dr Muslich M.Ag (Guru Besar UII Jogjakarta), Himawan Akhmadin (Aktivis Ademos), dan Lukdianton (Pengrajin Batik Dolokgede).
Panitia acara, David Maulana, mengatakan bahwa seminar tersebut bermaksud memberi wawasan pada pemuda tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurutnya salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi MEA adalah dengan mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Sehingga Indonesia bisa bersaing dengan 10 Negara Asean lainnya.
"Kita berharap acara ini bisa mengangkat ekonomi kelas bawah. Untuk itu hidangan yang disajikan juga berasal dari tanaman lokal," ujarnya ketika ditemui beritabojonegoro.com (BBC), Minggu (24/1) di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro.
Sementara Dr Muslikh M.Ag, dalam mengusung ekonomi kreatif di Bojonegoro harus memperhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah kesiapan masyarakat Bojonegoro secara umum. Menurut hematnya, berdasar konsep MEA, masyarakat belum siap.
"Jika melihat secara kasat mata memang belum siap. Namun kita harus tetap semangat dan optimis," ujar pria asal Desa Sarirejo, Kecamatan Balen itu.
Lebih jauh dia mengatajan, untuk bersaing di era global harus memperhatikan aneka ragam produk di pasaran sehingga bisa menentukan arah produknya. Dalam hal ini, tambah Muslikh, perlu jiwa-jiwa kreatif yang menghasilkan inovasi produk yang mampu bersaing.
Pria yang termasuk dalam penyusun Undang-undang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta itu menekankan bahwa kita tidak boleh melupakan bidang budaya. Sektor budaya selain sebagai jati diri daerah, juga dapat dijadikan komoditi ekonomi yang menjanjikan. (rul/moha)












































.md.jpg)






