Sujarno, eks Anggota Gafatar, Ingin Kembali Bekerja di Surabaya
Rabu, 24 Februari 2016 09:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Tambakrejo – Keluarga eks anggota Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang pulang dari Kalimantan dan balik ke kampung halamannya diterima dengan terbuka oleh keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar. Saat ini tercatat ada 22 orang eks anggota Gafatar yang balik kampung di Bojonegoro. Mereka terdiri dari orang tua dan anak-anak.
Pada pemulangan eks Gafatar yang pertama sebanyak 11 orang dan pada pemulangan yang kedua kemarin sebanyak 10 orang terdiri dari dua keluarga. Mereka kini harus beradaptasi lagi dengan lingkungan masyarakat yang dulu pernah ditinggalkannya.
Salah satu keluarga eks Gafatar yaitu Sujarno, 34, dan istrinya, Mariyatun, 30 dan kedua anaknya yaitu Nurul Fatmala, 8 tahun, dan Axel Raihan Diandra Putra, 1,5 bulan. Mereka kembali ke kampung halamannya di Dusun Taji RT 23 RW 04, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo.
Sujarno sejak 1 Februari lalu tinggal di kampung agak terpelosok itu. Ia diterima dengan baik oleh keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar. Begitu pula, anak sulungnya yaitu Nurul Fatima juga kembali sekolah di SD Negeri Sukorejo 2.
Menurut Kepala Desa Sukorejo, Achmad Sobirin, keluarga Sujarno sudah beradaptasi dengan keluarga dan lingkungannya. Sujarno, kata dia, juga sudah mulai berkumpul dan mengikuti kegiatan-kegiatan di kampung seperti tahlilan, acara pernikahan, atau ikut mendoakan orang meninggal.
“Saya juga terus mengajak pak Sujarno agar mengikuti kegiatan di kampung. Biar srawung dengan warga lainnya,” ujar Achmad Sobirin pada BBC, Rabu (24/02).
Achmad Sobirin mengatakan, Sujarno berkeinginan untuk kembali bekerja di Surabaya. Dia dulu sebelum ke Kalimantan sempat bekerja di Surabaya. Namun, kata dia, permintaannya itu masih dipertimbangkan oleh pihak berwenang.
“Iya masih dipertimbangkan keinginannya itu,” ujarnya.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Adie Witjaksono, keluarga eks Gafatar yang pulang ke kampung halamannya di Bojonegoro mendapatkan perhatian.
“Mereka mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan sebagaimana masyarakat umum lainnya,” ujar Adie.
Ia mengatakan, anak-anak keluarga eks Gafatar itu diupayakan tetap melanjutkan pendidikan di sekolah demi masa depan mereka. Selain itu, keluarga eks Gafatar itu juga mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit seperti halnya warga lainnya. (rul/kik)


































.md.jpg)






