Dinas Pengairan Bangun 378 Embung di Bojonegoro
Jumat, 04 Maret 2016 08:00 WIBOleh Erina & Sindi
Oleh Erina & Sindi
Kota – Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro saat ini telah membangun 378 embung yang tersebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Embung itu difungsikan untuk menampung air pada saat musim hujan dan persediaan air itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pengairan selama musim kemarau.
Embung yang telah dibangun itu dibedakan menjadi tiga jenis yaitu embung geomembran yakni yang difungsikan untuk mencukupi kebutuhan air baku seperti air minum dan keperluan sehari-hari warga, kemudian embung pertanian yang difungsikan untuk pembasahan musim tanam, dan terakhir embung konserfast yang difungsikan untuk tujuan air tanah di lokasi agar lebih tinggi.
Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, sesuai rencana di Kabupaten Bojonegoro akan dibangun 1.000 embung yang tersebar di 28 kecamatan. Embung itu sangat cocok untuk mengatasi masalah kekurangan air di areal persawahan di Bojonegoro yang sebagian besar merupakan sawah tadah hujan. Selain itu, embung juga bisa menjadi persediaan air minum bagi warga yang tinggal di daerah rawan kekeringan.
“Embung yang selesai dibangun itu selanjutnya pengelolaannya diserahkan pada pihak desa. Kami berharap pihak desa bisa mengelola embung itu dengan baik,” ujarnya.
Salah satu embung yang ada di wilayah barat Bojonegoro yaitu embung Glagah di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari. Embung seluas dua hektare ini berada di tepi hutan Tobo wilayah KPH Padangan.
Selain itu, juga ada embung Sonorejo di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan. Embung seluas dua hektare ini menampung air pada musim kemarau dan dimanfaatkan saat musim hujan. Saat airnya sedang penuh, warga juga menebar ikan di embung tersebut.
Menurut Ganes, 35, warga setempat, keberadaan embung Sonorejo selama ini juga dimanfaatkan warga sebagai tempat wisata. Embung Sonorejo bersebelahan dengan embung Ngradin yang berada di dua sisi jalan raya Bojonegoro-Ngambon.
“Embung Sonorejo dan Ngradin itu sangat indah,” ujarnya. (rin/sin/kik)












































.md.jpg)






