Harga Bahan Baku Naik, Ukuran Kerupuk Diperkecil
Senin, 14 Maret 2016 17:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Naiknya sejumlah bahan baku membuat usaha kerupuk di Bojonegoro sedikit terpukul. Para pengusaha harus memperkecil lagi ukuran kerupuknya supaya harga jualnya tidak ikut naik.
Edi Restu, salah satu pemilik pabrik kerupuk, mengatakan, harga bahan baku kerupuk, yaitu tepung tapioka sering mengalami kenaikan. Bahkan, dalam kenaikannya bisa dua bulan sekali. "Ini saja naik Rp 500 per kilogram," ujarnya.
Selain tepung tapioka, minyak goreng juga kerap mengalami kenaikkan. Jika keduanya naik maka produsen kerupuk akan kesulitan. "Solusi satu-satunya ya mengecilkan ukuran kerupuk," tuturnya.
Jika tidak demikian, lanjutnya, penjualan kerupuk akan semakin sepi. Sebab, jika harga jual ikut dinaikkan, konsumen enggan membeli.
Hal yang sama dikatakan Supasito, pengusaha kerupuk lainnya. Menurutnya, yang sering membuat pengusaha kerupuk resah adalah kenaikkan bahan baku. Sedangkan untuk cuaca saat ini sudah bukan kendala. Sebab, produksi kerupuk saat ini menggunakan mesin. Untuk pengeringannya juga mengunakan alat. "Jadi, kalau musim hujan kami tidak perlu menjemurnya," ungkapnya.
Dia menambahkan, usaha kerupuk merupakan usaha stabil. Bahkan, saking larisnya usaha itu, banyak bermunculan industri kerupuk. Baik skala kecil maupun besar. "Di sini saat ini ada empat pabrik kerupuk," ujarnya. (mol/tap)












































.md.jpg)






