Menengok Ternak Lebah di Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu
Meski Ditakuti, Lebah Cukup Menjanjikan untuk Diternak
Selasa, 15 Maret 2016 10:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Sukosewu-Belum banyak warga Bojonegoro yang beternak lebah. Di antara yang sedikit itu, adalah Kuswanto (48), warga Desa Klepek Kecamatan Sukosewu. Sejak setengah tahun yang lalu, Kuswanto memulai beternak hewan yang menghasilkan madu itu dan sekarang sudah bisa melihat hasilnya. Meski demikian, ternak lebah oleh Kuswanto masih dilakukan dengan sederhana dan sarana apa adanya.
Kepada beritabojonegoro.com (BBC), Kuswanto mengaku bahwa ternak lebah di Sukosewu memang cukup menjanjikan. Lokasinya sejuk dan nyaman untuk berkembang biak bagi lebah. Namun, pihaknya terkendala dana untuk operasional peternakan tersebut.
Biaya operasional tersebut dibutuhkan untuk membuat kotak rumah lebah. "Biaya untuk membuat kotak ini cukup mahal, satu kotaknya Rp 250 ribu,’’ tuturnya, Sabtu lalu (12/03).
Bagi dia, lanjutnya, harga tersebut cukup mahal. Sebab, jika harus membutuhkan 20 kotak, maka yang dibutuhkan bisa mencapai jutaan. Karena itu, peternakan lebah merupakan bisnis yang menjanjikan. Sebab, harga madu juga cukup mahal. Dia sendiri kurang tahu berapa harga madu di pasaran. Namun, dia menjual madu hasil lebahnya tersebut dengan harga Rp 100 ribu per botol dengan isi 500 ml.
Bisnis ternak lebah masih belum banyak dilirik oleh warga. Sebab, masih banyak yang belum tahu tekniknya. Salah sedikit tawon bisa menjadi ganas dan menyengat orang. "Ini yang paling sering ditakuti orang,’’ tuturnya.
Namun, jika sudah dimulai, usaha tersebut dipastikan akan menghasilakan untung yang banyak. Delapan kotak bisa menghasilkan 10 botol isi 300 ml dalam dua minggu. "Madu-madu murni tersebut langsung ludes terjual,’’ ujar Wanto, yang ternyata juga seorang pengasuh pesantren.(mol/moha)












































.md.jpg)






