Daging Sapi Mahal, Penjual Pentol Beralih ke Daging Ayam
Jumat, 18 Maret 2016 19:00 WIBOleh M Nur Khozin
Oleh M Nur Khozin
Kota - Melambungnya harga daging sapi membuat para pedagang pentol beralih ke daging ayam. Ini terpaksa dilakukan agar mereka tetap mendapatkan untung. Kini daging sapi mencapai harga Rp 100 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Sumberrejo, Ismi (32), mengatakan, sekarang pedagang pentol terpaksa mencari alternatif lain pengganti daging sapi. Mereka pun memilih daging ayam, agar tetap bisa berjualan.
Melihat kondisi ini, dia menjual daging ayamnya tanpa tulang agar mempermudah penjual pentol dalam melakukan proses pengilingan. "Saya menjual daging ayam kepada penjual pentol setiap harinya mencapai 100 kilogram, dengan keuntungan Rp 200 ribu per hari," ujarnya.
Sobirin (32), seorang penjual pentol, mengaku, harga daging sapi sekarang ini baginya sangat mahal dan memberatkan. Untuk menghindari kerugian, biasanya pentol dicampur dengan daging ayam. Perbandingannya, tepung 1 kilogram, daging sapi 1 kilogram, dan daging ayam 2 kilogram.
Hal senada dikatakan Mariam (38), penjual daging sapi yang lapaknya bersebelahan dengan Ismi, penjual daging ayam. Dia mengatakan, penjual pentol yang membeli daging sapi jumlahnya terus berkurang. Ini mungkin karena mahalnya daging sapi.
"Penjual pentol banyak yang beralih ke daging ayam sebagai bahan pembuatan pentol. Tiap hari daging sapinya terjual 20 kilogram sampai 40 kilogram, ya rata-rata keuntungan Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu," ujar Mariam.
Setelah membeli daging ayam dan daging sapi, penjual pentol lantas mengilingkan daging yang baru mereka beli ke tempat pengilingan daging.
Banyak konsumen yang dulu mengonsumsi daging sapi kini beralih ke daging ayam. Ini mengakibatkan daging ayam juga ikut naik setiap harinya mengikuti kenaikan harga daging sapi. Harga daging sapi Rp 100 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam Rp 29 ribu per kilogram. (zin/tap)












































.md.jpg)






