Pedagang Juga Kebagian Berkah Kebangkitan Persibo
Minggu, 27 Maret 2016 13:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Kebangkitan Persibo Bojonegoro tampaknya tidak hanya dirasakan para pemain atau suporter saja. Para pedagang souvenir dan atribut Persibo juga kebagian berkah dari kebangkitan itu. Terbukti, dalam laga uji coba Persibo Bojonegoro melawan Persewangi Banyuwangi di Stadion Letjen H Soedirman pada Jumat (25/03) lalu, banyak pedagang atribut suporter seperti syal, topi dan terompet diserbu para suporter.
Ini yang dialami Wawan (36), salah seorang pedagang asal Kabupaten Pasuruan. Dia mengaku, mendapatkan banyak keuntungan saat laga uji coba tersebut. "Mungkin karena Persibo lama hilang, baru ada lagi ini, para suporter antusias dan banyak yang beli," ungkapnya saat ditemui beritabojonegoro.com jelang pertandingan uji coba Persibo, Jumat (25/03) lalu.
Terlihat banyak suporter yang bergerombol membanjiri lapak sejumlah pedagang, salah satunya Wawan. Mereka berebut membeli atribut yang dijual para pedagang, seperti syal, topi, kaos dan terompet. Sampai-sampai penjual kewalahan melayani.
Wawan menerangkan, dirinya dan para pedagang lainnya saat ini merasa senang jika sepak bola di Indonesia kembali bangkit. Situasi demikian membuat para pedagang keliling seperti dirinya bisa memperoleh rezeki. Seperti halnya klub Persibo yang telah lama vakum dan kini bangkit kembali.
"Kalau sekarang memang jarang pertandingan, ini kita dapat info di media akan ada pertandingan di sini. Sebenarnya ada Piala Bhayangkara di Bandung dan Bali, tapi kita memilih ke sini," tuturnya.
Jenis barang yang dijajakan Wawan saat itu tidak banyak. Hanya 3 macam saja, di antaranya syal dihargai Rp 25.000, terompet Rp 40.000, dan topi Rp 15.000. Menariknya, semua barang dagangan baru dipesan dari produsen jika akan ada pertandingan. Rata-rata sesama pedagang memiliki produsen yang sama.
"Ini semua baru pesan kemarin waktu menjelang pertandingan, karena kita juga menunggu kepastian. Untuk kaos mungkin kita belum berani, karena ini baru awal Persibo bangkit," lanjut Wawan.
Menurut Wawan, dalam sehari di satu pertandingan jika beruntung dirinya mampu memperoleh omzet diatas Rp 1 juta. Sebaliknya jika sepi mungkin hanya kisaran ratusan ribu saja. "Alhamdulillah saat ini rame, kita kan dari jauh kepotong uang transport dan lain-lain, ya harus bisa untung lebih," imbuh pedagang yang buka di pasar kalau pas ndak ada pertandingan sepak bola itu.
Selanjutnya, dia berharap, turnamen atau liga sepak bola di Indonesia kembali berjalan, agar mampu berdampak baik bagi dirinya dan pedagang lainnya. "Pembekuan PSSI sudah dicabut ya harapannya liga kembali bergulir," harapnya. (pin/tap)












































.md.jpg)






