Penjual Bensin Eceran Enggan Turunkan Harga
Sabtu, 02 April 2016 21:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Dander - Efektif sejak 1 April kemarin, pemerintah kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar. Penurunan harga untuk jenis premium (bensin) sebesar Rp 500 per liter. Dari semula Rp 6.950 per liter turun menjadi Rp 6.450 per liter. Namun penurunan harga BBM itu tidak berpengaruh pada harga bensin eceran di sejumlah tempat di Bojonegoro.
Seperti salah satu kios penyedia bensin eceran di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, yang tidak menurunkan harga bensin eceran. Kios milik pria bernama Kholil Rohman (34), masih menjual dengan harga lama yakni Rp 8.000 per liter.
Saat ditemui beritabojonegoro.com, Sabtu (02/04) siang, dia berdalih, stok premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sempat terlambat. Karena itu dia menjual bensin secerannya masih dengan harga lama. "Ini saja saya antri dari jam 07.00 pagi, tapi sudah tiga jam antri jeriken belum dapat," ujar pria berkulit sawo matang itu.
Saat ini dirinya belum berminat untuk menurunkan harga. Sebab, di tempatnya belum ada pelanggan yang keberatan. Menurut informasi yang dia dapat, kios-kios di desanya juga belum menurunkan harga bensin eceran.
Penjual bensin eceran lain, Masiran (43), asal Temayang, juga melakukan hal serupa. Dia pun beralasan, stok BBM di SPBU mengalami keterlambatan. Seperti di daerah asalnya, Temayang, hingga tadi pagi masih belum ada pasokan BBM jenis premium di SPBU setempat. Sebab itu dia rela pergi mencari premium sampai ke SPBU Dander.
"Ini saya sampai harus ke sini biar dapet bensin, karena bensin di Pom Temayang masih kosong," ungkapnya. (rul/tap)












































.md.jpg)






