Konsumsi Nasi Walang Bisa Menguatkan Daya Tahan Tubuh
Selasa, 05 April 2016 18:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Gayam - Bagi yang sering merasa letih dan sering menempuh perjalaban jauh, kuliner satu ini mungkin patut dicoba, yakni nasi walang. Beberapa orang mungkin merasa enggan untuk mencobanya. Namun tidak sedikit pula orang yang menggemari makanan dari binatang dengan tabiat lompat-lompat itu.
Di Desa Gayam Kecamatan Gayam, warung makan yang menyediakan menu nasi dengan lauk walang goreng itu tak pernah sepi dari pengunjung. Pemilik warung nasi walang itu, Warmi (40), mengatakan bahwa dalam sehari bisa menjual sebanyak 10 hingga 20 kilogram walang kayu. Ada yang membeli dalam keadaan gorengan matang, ada pula yang membeli dalam keadaan masih hidup.
"Kalau masih mentah perkilonya Rp 50 ribu, kalau sudah matang kita jual seharga 100 ribu," kata Warmi menjelaskan, Selasa (05/03).
Ketika ditemui beritabojonegoro.com (BBC), perempuan berambut ikal itu mengaku mendapat pasokan dari berbagai kota. Seperti dari Nganjuk, atau dari Kediri. Selain menyediakan nasi walang Warmi juga menyediakan kuliner ekstrim lain yaitu bekicot.
Warungnya yang terletak tepat di samping Balaidesa Gayam itu tampak tidak pernah sepi dari pengunjung. Mulai dari warga sekitar, pekerja proyek, pam obvit, dan beberapa anggota Muspika Gayam. Dia berharap agar para pelanggannya tidak kapok mengkonsumsi nasi walang buatannya.
Sementara itu salah satu penikmat nasi walang di warung Warmi, Arsyad Shodiqul, mengatakan bahwa belum lama ini mengkonsumsi nasi walang. Sebelumnya dia mengaku tidak doyan mengkonsumsi binatang avertebrata itu. Namun ada kerabat mengatakan bahwa walang dapat menguatkan daya tahan tubuh.
"Setelah saya coba ternya di badan enak. Rasanya hangat dan tidak gampang capek. Padahal aktivitas saya hampir full 24 jam," kata pria asal Desa Begadon, Kecamatan Gayam itu. (rul/moha)












































.md.jpg)






