Musim Panen, Harga Beras Cenderung Menurun
Senin, 11 April 2016 20:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Musim panen padi membuat harga beras di pasaran terus mengalami penurunan. Hingga hari ini, Senin (11/04), harga beras mencapai Rp 7.500 per kilogram dari sebelumnya Rp 8.000 per kilogram untuk jenis premium.
Waris, salah satu pedagang beras di Pasar Kota Bojonegoro, mengatakan, harga beras mengalami penurunan sejak sebulan terakhir. Kemungkinan, karena sejumlah daerah sudah mulai panen.
"Turunnya harga beras juga karena banyaknya pasokan beras di Bulog. Saat ini Bulog mungkin sudah banyak melakukan pembelian gabah petani. Jadi, harga cenderung turun," tuturnya.
Hal serupa dikatakan Erna, pedagang beras lainnya. Dia menjelaskan, turunnya harga beras sebenarnya tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatan omzet penjualan. Penurunan harga ini akan terus terjadi. Sebab, musim panen padi masih terus berlangsung. "Naik lagi mungkin pas kemarau. Kalau musim panen seperti sekarang, harga cenderung turun," jelasnya.
Sementara itu, hingga akhir Maret lalu Bulog Sub Divre III Bojonegoro baru melakukan pembelian sebanyak 593 ton gabah. Gabah ini berasal dari Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban.
Kapala Bulog Sub Divre III Bojonegoro Efdal MS, menjelaskan, pembelian gabah baru dilakukan awal Maret lalu, jadi jumlahnya masih belum banyak. Namun, pihaknya yakin pengadaan bisa mencapai 70.000 ton hingga akhir tahun ini. "Ini kan masih awal. Jadi, belum begitu banyak," terangnya.
Sesuai Harga Pokok Pembelian (HPP), gabah petani dibeli seharga Rp 3.700 per kilogram. Dalam sehari, Bulog menargetkan pembelian gabah sebanyak 1.500 hingga 2.000 ton. "Kami yakin bisa mencapai target tahun ini," tandasnya. (mol/tap)












































.md.jpg)






