Produksi Telur Ayam di Bojonegoro Masih Minim
Kamis, 14 April 2016 08:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Produksi telur ayam di Bojonegoro hingga kini masih minim. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan produksi telur ayam di Bojonegoro hanya mampu mencapai 22 persen kebutuhan pasar.
Kasi Produksi dan Sarana Disperindag Bojonegoro Didik Hari Supriyadi menjelaskan, saat ini produksi telur ayam Bojonegoro masih cukup minim. Sebab, jumlah peternaknya juga tidak banyak. “Kalau tidak salah, di Bojonegoro hanya ada dua atau tiga peternak ayam petelur,” ujarnya.
Hingga kini sebagian besar kebutuhan telur ayam di Bojonegoro dipasok dari luar daerah. Mulai Nganjuk, Madiun, dan Jawa Tengah. “Jika tidak demikian, pasokan telur di pasaran akan kurang,” tuturnya.
Menurut Didik, tidak banyaknya peternak ayam petelur disebabkan cara beternaknya lebih sulit dibandingkan ayam pedaging. Sebab, ayam petelur lebih rentan terkena penyakit dibanding dengan ayam pedaging. “Jadi, banyak peternak yang memilih ayam pedaging saja,” terangnya.
Saat ini harga telur ayam di Bojonegoro masih cukup stabil yaitu antara Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram.
Tidak hanya ayam petelur, produksi daging ayam di Bojonegoro juga belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan di Bojonegoro. Namun, jumlah produksi ayam potong di Bojonegoro saat ini juga cukup besar. “Saat ini ayam potong di Bojonegoro sudah bisa memenuhi 40 persen kebutuhan di pasaran,” terangnya.
Sisannya, banyak dipasok dari peternak luar daerah. Saat ini harga ayam potong mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Dari awalnya, Rp 25.000 kini menjadi Rp 34.000 per kilogram. Naiknya harga tersebut dipengaruhi mahalnya harga pakan ayam. (mol/kik)












































.md.jpg)






