Tenaga Panas Bumi Semburan Lumpur di Gondang Kecil
Sabtu, 16 April 2016 08:00 WIBOleh Hariyanto
Oleh Hariyanto
Gondang – Tim Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bandung melakukan penelitian semburan lumpur panas di Dusun Keramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro. Namun, berdasarkan penelitian diketahui tenaga panas bumi atau geothermal di area semburan lumpur itu tidak prospek atau kecil.
Tim Geologi Bandung datang atas undangan Dinas ESDM Bojonegoro. Tim yang dibawa terdiri dari beberapa tenaga ahli mulai dari geolog, juga ahli vulkanologi. Peneliti mengambil beberapa sampel seperti air, lumpur dan juga beberapa bebatuan di dataran tinggi lereng Gunung Gajah dan Gunung Pandan, Kecamatan Gondang.
Menurut Igan S Sutawidjaja, tim peneliti Geologi Bandung mengatakan, dataran tinggi yang keluar lumpur pernah dilakukan seismik untuk kebutuhan energi geo-listrik beberapa tahun silam. Kemungkinan, hasil yang diperoleh bahwa tenaga panas buminya ada tetapi kecil sehingga tidak diteruskan. Kemungkinan karena areal di sekitar pegunungan di Bojonegoro bagian selatan, tidak masuk di deretan jalur gunung aktif.
Seperti misalnya energi panas bumi di Jawa bagian utara seperti di lereng Gunung Muria di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kemudian di sekitar Gunung Lamong, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Serta panas bumi di kawasan Pegunungan Bedugul, di Kabupaten Tabanan, Bali.
Selain itu, lanjut Igan S Sutawidjaja, tim juga tengah meneliti energi hydrothermal atau sirkulasi air panas. Karena di sekitar lokasi lumpur juga ditemukan beberapa gelembung air panas. Masih ada energi tersembunyi di pegunungan Bojonegoro bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk dan Madiun.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro Agus Supriyanto, mengatakan Badan Geologi melakukan penelitian di semburan lumpur Desa Jari, Kecamatan Gondang. Potensi yang terkandung mulai dari tenaga panas bumi, air panas, gas, dan lainnya. “Kita ingin melihat potensi alam di sekitar lumpur,” ujarnya.
Dia menambahkan, dari laporan warga Desa Jari, beberapa kali terdengar letupan keras dari areal lumpur di perbukitan Gunung Gajah.
Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar lokasi semburan berhati-hati. Terutama larangan untuk tidak menyalakan api, rokok dan sejenisnya di radius sekitar tiga hingga lima meter di lokasi titik semburan. Apalagi lubang semburan gas dan lumpur juga bertambah dari satu menjadi empat titik. (har/kik)












































.md.jpg)






