Komnas HAM Belum Dapat Rekam Medik Kematian Warga Karanglo
Jumat, 22 April 2016 09:00 WIBOleh Hariyanto
Oleh Hariyanto
Tuban - Tim dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) menyatakan pihaknya belum mendapatkan hasil rekam medik (riwayat sakit seseorang). Rekam medik dibutuhkan untuk mengetahui penyebab kematian 28 warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Kita belum dapatkan itu,” ujar anggota Komnas HAM Mimin Dwi Hartono, Jumat (22/04).
Menurut salah satu anggota tim yang turun di Desa Karanglo, Kerek itu, pihak Komnas HAM berupaya menggali data penyebab kematian warga. Tim lalu mendatangi satu persatu keluarga korban yang meninggal. Lalu menanyakan riwayat kematiannya. Karena sakit, atau usia. Tetapi kalau sakit, tentu diketahui riwayatnya apa.
Sedangkan beberapa data yang ditemukan, warga sakit karena hipertensi, sakit tua rata-rata di atas 70 tahun, juga stroke dan sebagainya. Selain itu, ada juga warga yang meninggal karena sakit paru-paru, yang berjumlah dua orang. Namun, data penyebab kematian karena sakit itu, tidak dilengkapi dengan rekam medik.”Kita belum dapatkan,” ujar Mimin Dwi Hartono.
Data rekam medik, lanjutnya, biasanya diperoleh di Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Kerek atau juga di rumah sakit di Tuban. Tepatnya, warga Desa Karanglo yang meninggal pernah dirawat karena sakitnya. Termasuk misalnya, dua orang yang sakit karena paru-paru, kabarnya juga pernah dirawat di rumah sakit. Karena data sifatnya teknis, sehingga Komnas HAM butuh keterbukaan pelbagai pihak ikut terlibat. Seperti peran Dinas Kesehatan, Pemerintah Tuban dan Pemerintah Provinsi.
Contohnya, lanjut Mimin, di Kecamatan Kerek dan sekitarnya, kasus penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), bronchitis dan asma cukup tinggi. Pihak Komnas HAM berharap, dibuka ruang diskusi bersama, khususnya soal kualitas udara di permukiman penduduk. Apalagi di sekitar itu, terdapat dua perusahaan semen. Yaitu PT Semen Indonesia dan Semen Holchim. “Ada tim independen yang mengawasi kualitas lingkungan,” paparnya. (har/kik)












































.md.jpg)






