Modin : Kematian Warga Desa Karanglo Wajar
Jumat, 22 April 2016 10:00 WIBOleh Hariyanto
Oleh Hariyanto
Tuban - Kusmiarto, 38 tahun, pengurus jenasah atau modin di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengatakan, 28 warganya meninggal dalam keadaan wajar. Mereka meninggal karena berusia lanjut dan karena beberapa penyakitnya.
“Tidak ada yang aneh, mereka mati wajar,” ujarnya, Jumat (22/04).
Menurut Kusmiarto, warga Desa Karanglo yang meninggal 28 orang itu selama 90 hari terhitung awal Januari hingga akhir Maret 2016. Jumlah itu sesuai data di buku kematian Kantor Desa Karanglo. Seluruh warga yang meninggal itu, semuanya diketahui dan diurus. Misalnya, Kusmiarto ikut membantu memandikan jenasah--terutama jenasah pria, mengkafani hingga menguburkan di pemakaman. Karena, lanjutnya, posisinya di struktur pemerintahan desa, yaitu modin atau petugas Kesra di pedesaan.
Makanya, lanjutnya, saat tim Komnas-HAM turun di lokasi dirinya ikut langsung mendampingi selama empat hari dari Senin 11 hingga 14 April 2016. Selama berada di Desa Karanglo, dirinya langsung mendampingi tim Komnas-HAM mendatangi rumah keluarganya yang meninggal. Sedangkan materi pertanyaannya, mulai dari sakitnya, keluhannya, dan juga usia. “Kita datangi satu-persatu keluarga meninggal,” imbuhnya.
Sementara itu menurut Sekretaris PT Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, lokasi pabrik berjarak sekitar dua kilometer dari Desa Karanglo, dari Pabrik Semen Tuban. Selain itu, di desa dengan 23 dusun, juga terdapat penambangan batu kapur, untuk bahan baku semen.
Tetapi, pihak perusahaan juga melakukan kegiatan kesehatan ke masyarakat. Yaitu dua hingga tiga kali dalam satu tahun langsung ke masyarakat.
Pabrik Semen Tuban juga punya alat bernama electrostatic precipitator dari Jerman, yang berfungsi menangkap debu. Di areal pabrik dilengkapi bag hous filter, berfungsi menahan debu tidak keluar. Selain itu tiap tiga bulan sekali, datang lembaga independent mengawasi kualitas udara di areal pabrik.
Agung mencontohkan, kualitas udara di lingkungan Pabrik Semen Tuban, kadarnya di bawah 50 miligram normal per meter kubik. Ukuran itu masih jauh dari ambang batas yang ditetapkan pemerintah yaitu 80 miligram normal permeter kubik. “Prinsipnya, kita terbuka untuk dicek kualitas lingkungan,” tandasnya. (har/kik)












































.md.jpg)






