Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Dukung Wisata Geo Heritage Wonocolo
Senin, 25 April 2016 19:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kedewan - Pertamina EP Asset 4 Field Cepu ingin berperan secara maksimal dalam mewujudkan Desa Wisata Wonocolo sebagai bagian dari Petroleum Geoheritage di Bojonegoro. Pakeliran wayang kulit malam ini adalah salah satu kegiatan sosialisasi yang bisa diterima semua kalangan.
Baca berita: Saksikan Wayang Kulit Lakon Mbangun Taman Maerakatja di Wonocolo
Menurut Field Manager Pertamina Asset 4 Field Cepu Agus Amperianto, pihaknya ini perlu mendukung Wonocolo sebagai desa wisata yang nantinya dapat menjadi solusi terjaganya lingkungan tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat di wilayah sumur tua.
"Kami mengusulkan judul pagelaran wayang kulit tersebut Mbangun Taman Maerakatja merupakan pilihan tema yang paling tepat, untuk menceritakan dinamika membangun sebuah hal yang positif, dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana masyarakat akan memiliki hal dan pengalaman baru, tanpa mengorbankan kehidupan serta kesejahteraannya saat ini," tuturnya kepada beritabojonegoro.com.
Pertamina Asset 4 Field Cepu melihat pengembangan Geo Haritage Wonocolo akan menjadi menarik karena wilayah ini memiliki kondisi alam yang menarik, yang dipadukan kegiatan penambangan minyak tradisional yang eksotik. Keberadaan sumur-sumur tradisional tersebut dengan tiang penyanggah kayu atau tripod yang dipadukan dengan keterampilan penambang menggerakkan sling dan mengarahkan timba minyak ke lubang sumur adalah pemandangan langka.
"Kami menyadari bahwa mengembangkan wilayah sumur tua Wonocolo sebagai obyek wisata mustahil bisa berhasil tanpa dukungan masyarakat lokal, termasuk para penambang yang selama ini hanya menggantungkan hidup dari kegiatan eksploitasi sumur minyak secara tradisional," jelas Agus.
Oleh sebab itu langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi agar masyarakat mau menerima dan mendukung program pengembangan desa wisata. Dari kegiatan wisata yang terpadu dengan pemandangan penambangan tradisional ini warga bukan hanya diajak bagaimana menjadi lebih ramah dalam melayani wisatawan, tetapi juga melihat dan belajar tentang pentingnya bergotong-royong membangun kekuatan secara bersama-sama untuk kepentingan bersama juga.
Membangun kawasan sumur minyak tua Wonocolo menjadi Little Teksas (Tekadnya Selalu Aman dan Sejahtera) yang punya daya tarik sebagai obyek wisata tentu tidak mudah. Tetapi semangat warga yang mulai terbangun untuk mendukung program Pemkab Bojonegoro menjadi sumber energi bagi pihaknya, bahwa masyarakat Wonocolo semuanya cerdas menyikapi penyesuaian ini. "Asal mengumpulkan segenap niat baik, Insya Allah keinginan ini pasti terwujud," pungkasnya.
Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Suyanto SSos, menyatakan bahwa selain untuk mensosialisasikan desa wisata, tujuan utamanya adanya pakeliran wayang adalah untuk menghibur masyarakat. (ver/tap)












































.md.jpg)






