Maisir Juga Latih Pelajar SLTA Membuat Kerajinan dari Pelepah Pisang
Minggu, 15 Mei 2016 11:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Balen - Selain memproduksi limbah pelepah pisang menjadi barang bernilai Jual, Maisir (34) seorang lelaki perajin pelepah pisang asal Desa Balenrejo RT 16 RW 02, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro juga memberikan pelatihan kepada pelajar SLTA cara membuat kerajinan berbahan baku pelepah pisang menjadi barang bernilai ekonomi.
Maisir (35) adalah salah satu contoh warga yang memiliki kreativitas tinggi. Dia mampu melihat peluang ekonomi dari bahan baku yang menurut masyarakat tak berguna tapi mampu disulap olehnya menjadi barang bernilai jual.
Dia dan beberapa ibu rumah tangga di kampungnya mengolah pelepah pisang menjadi aneka kerajinan menarik dan perabot rumah tangga. Misalnya, pelepah pohon pisang itu bisa diubah menjadi topi, tas, tempat air minum, serta tempat tisu yang menarik dan juga ramah lingkungan
Tidak sampai disitu, keahlianya membuat kerajinan tersebut tidak hanya ditularkan kepada para ibu - ibu di dekat rumahnya saja. Dia beberapa kali telah mengajarkan ilmunya tersebut untuk melatih siwa - siswa setingkat SLTA di Kecamatan Balen.
''Sudah 5 kali, semuanya sekolah SLTA. Kalau sampai sekarang masih di sekitaran Kecamatan Balen. Seperti pada saat sekarang ketika kelas 12 ujian biasanya saya diminta mengajar anak - anak kelas 10 dan 11,'' ujarnya kepada beritabojonegoro.com (BBC).
Biasanya ia mengajarkan kepada para pelajar untuk membuat barang yang paling mudah terlebih dahulu. Seperti tempat pensil atau tempat tisu. Selanjutnya bagi para pelajar yang ingin menambah ilmunya bisa datang langsung ke rumah Maisir untuk melihat proses pembuatan secara langsung.
"Beberapa waktu lalu ada juga anak - anak OSIS salah satu SMA di Bokonegoro, datang ke sini minta diajari membuat kerajinan dari pelepah pisang ini. Ada juga anak kuliahan yang mendapat tugas juga dari dosennya datang juga dengan tujuan yang sama,'' tuturnya.
Nimas, salah satu siswa kelas 12 MA Islamiyah Balen yang juga telah mendapatkan pelatihan dari Maisir, mengaku senang karena bisa membuat barang yang tadinya tidak bernilai menjadi barang bernilai ekonomi. Nimas berharap suatu saat nanti ia mampu membuat sendiri kreasi dengan memanfaatkan bahan baku lainya.
"Bahan pelepah pisang di sini banyak melimpah. Daripada dibuang, mending kita biat kerajinan biar bisa bernilai jual. Kalau buat tempat pensil sudah bisa, tapi yang lain masih belajar,'' ujarnya.
Hal senada diungkapkan Nur Lina siswi kelas 10 MA Islamiyah Balen. Menurutnya, hal semacam ini sangat kreatif. Dia dan teman - temannya datang ke rumah Maisir untuk belajar mengenai kerajinan pelepah pisang lebih lanjut.
"Saya belum bisa membuat tapi saya tertarik kelihatannya bagus, padahal dari bahan yang biasanya dibuang begitu saja,'' ungkap Lina.
Maisir mengaku senang bisa menularkan ilmunya kepada para pelajar. Jika ada waktu luang, dia tidak akan menolak jika diminta oleh pihak sekolah untuk melatih para siswa. (pin/moha)












































.md.jpg)






