News Ticker
  • 6 November di Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 6 November 2026
  • Teridentifikasi, Mayat yang Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Ngraho, Bojonegoro Warga Blora
  • Misi Dagang Jatim-Sulsel Tembus Rp5,69 Triliun, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Logistik Kawasan Timur
  • Apresiasi Musda X LDII, Pemkab Bojonegoro Dorong Penguatan SDM dan Kemitraan Sektor Pertanian
  • Sesosok Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan Solo Ngraho, Bojonegoro
  • DPRD Bojonegoro Matangkan 13 Raperda Propemperda 2027, Lindungi Kekayaan Intelektual Hingga Pangan Daerah
  • Angkat Potensi Wisata dan Ekonomi Lokal, Pemkab Bojonegoro Siap Gelar Festival Geopark Bojonegoro 2026 #2
  • 5 November dalam Catatan Sejarah
  • Lomba Sains Anak Bojonegoro: Wahana untuk Menggali Potensi, Kreativitas, dan Jiwa Inovator Anak
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 05 November 2026
  • Wabup Nurul Azizah Beberkan Empat Prioritas Pembangunan Bojonegoro di Tengah Penyesuaian APBD
  • Garasi SPPG di Temayang, Bojonegoro Roboh, 2 Mobil Operasional dan 10 Motor Karyawan Tertimpa Reruntuhan
  • Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty Tegaskan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
  • Bojonegoro Raih Dua Penghargaan ATM Award 2026 di Bandung
  • BPOM Intensifkan Pengawasan Pemanis Alami Stevia Tetes, Ingatkan Batas Konsumsi Harian
  • Pemkab Bojonegoro dan Perhutani Siapkan Reboisasi Masif, Targetkan Tanam 1,8 Juta Pohon
  • Disepakati Aklamasi di Paris, Geopark Bojonegoro Direkomendasikan Jadi UNESCO Global Geopark
  • Satpol PP Bojonegoro Sosialisasikan Regulasi Cukai di Trucuk, Ajak Linmas dan Pedagang Gempur Rokok Ilegal
  • Ratusan Peserta Antusias Ikuti Vaksinasi HPV Terjangkau oleh DWP Bojonegoro
  • 4 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 04 November 2026
  • Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!
  • Pemkab dan Kwarcab Bojonegoro Gelar FGD Penyelarasan Program Kepramukaan Lintas Sektor
Yakinkan Orang Prinsip Sedia Payung Sebelum Hujan

Elisabeth Sekarningrat, Financial Consultant di Bojonegoro

Yakinkan Orang Prinsip Sedia Payung Sebelum Hujan

Oleh Linda Estiyanti

SOSOK kali ini datang dari seorang perempuan karir bernama Elisabeth Sekarningrat SPsi LNLP RFP. Sebagai seorang perempuan, bisa dikatakan ia adalah perempuan yang pemberani.  Ambisinya menembus mindset kuno dengan mencoba memahamkan masyarakat tentang prinsip "sedia payung sebelum hujan" tidak pernah redup. Semangatnya terus berkobar meski kadang harus bergelut dengan hambatan yang tak berujung.

Elisabeth Sekarningrat, perempuan kelahiran Malang pada 31 Mei 1972 ini sosok perempuan mandiri dengan kepribadian luwes. Kepribadian demikian inilah yang kemudian mengantarkannya dekat dengan masyarakat. Profesinya sebagai Financial Consultant (konsultan keuangan) yang bertugas melayani jasa konsultasi keuangan, Elisabeth dituntut selalu siap dan tampil sempurna.

Profesi Financial Consultant diawalinya dari sebuah perusahaan asuransi. Jebolan fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya itu tidak terlalu kesulitan ketika harus berhubungan dengan berbagai karakter orang di lapangan. Menariknya, awal mula berkarir di dunia asuransi tak pula direncanakan. Semua berjalan begitu saja, ketika itu sekitar tahun 2006, dirinya mendapati sang suami, Joppy Nagijo Santoso, mengalami kebangkrutan usaha hingga kemudian jatuh sakit. Dari sinilah ia mengetahui manfaat sesungguhnya dari sebuah asuransi.

"Pada waktu suami sakit, manfaat nyata saya rasakan adalah berbagai kemudahan langsung saya dapatkan dari layanan asuransi ini. Maka dari situ, saya sadar bahwa kemudahan yang saya dapat sesungguhnya juga bisa didapatkan oleh orang lain yang membutuhkan, lalu saya putuskan bergabung menjadi agen," tutur Elisabeth.

Sejak saat itu, ia mulai bergabung dalam satu perusahaan asuransi. Hanya saja, reaksi berbeda diterimanya dari suami dan keluarga. Suaminya memberi dukungan penuh ketika ia memilih berkarir dalam dunia jasa tersebut. Namun, keluarga besarnya malah menolak.

"Keluarga tidak suka karena beberapa orang yang berkarir di sini, banyak yang berhenti di tengah jalan. Hingga reaksi itu membuat saya tertantang dan ingin membuktikan kepada keluarga kemampuan saya," kenang Eli.

Perempuan penyuka sambal pedas dan baca buku itu, mengaku, sangat menyukai pekerjaannya sebagai seorang Financial Consultant. Ia senang ketika dapat membantu masyarakat dengan memberikan kemudahan asuransi. Ia juga mengakui bahwa pekerjaan tersebut bukan pekerjaan mudah. Lebih-lebih, masyarakat Bojonegoro kebanyakan masih mempunyai  mainset yang konservatif.

"Awalnya saya justru merasa tertantang dengan penolakan masyarakat, saya pikir mereka bereaksi seperti itu karena mereka belum mempunyai pemahaman yang cukup tentang asuransi, sehingga tugas saya lah untuk memahamkan mereka," ungkap perempuan yang tinggal di Jalan Veteran A-10 Perumahan Bojonegoro Residence itu.

Ia mengungkapkan bahwa, pekerjaan yang ia lakoni saat ini adalah bisnis kemanusiaan. Datang dari manusia untuk memanusiakan manusia.  Ketika dalam sebuah keadaan, karakter dan pemahaman manusia berbeda, maka hal tersebut sangat wajar. “Saya seringkali dibuat jengkel oleh klien karena pemikiran kuno mereka, namun saya tetap berusaha memahamkan mereka tentang manfaat asuransi pada dewasa ini,” terang Elisabeth.

Ia mengatakan, di zaman seperti sekarang, orang harus cerdas memilih asuransi. Berbagai ancaman dan musibah yang mudah terjadi bisa merubah hidup seseorang. Asuransi menawarkan kemudahan untuk menjawab segala ancaman dan musibah tersebut. "Masyarakat sudah mulai cerdas, di sini perlahan mereka pasti menyadari, bahwa ketika sakit tentu mereka membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi urusan tabungan untuk pendidikan dan masa tua, di situlah peran saya membantu masyarakat," ucapnya tersenyum.

Kini, ketika usianya sudah tak muda lagi, Elisabeth merasa telah berhasil menaklukkan tantangannya. Ibu tiga orang putra, Levin, Malveren, dan Pieter, tersebut telah berhasil mengubah mainset hampir 1.000 orang yang anti asuransi menjadi sadar asuransi. Selain itu, berkat ketelatenannya melayani klien, ia sudah mendapatkan promosi sebagai pejabat agen tertinggi kedua di Kabupaten Bojonegoro, dari total lima tingkatan agen.

"Ya saya senang, berkat pekerjaan ini saya bisa bertemu dengan banyak orang, bahkan saya bisa mengunjungi total 30 negara setelah bergabung di sini. Saya kira ini hal luar biasa yang sebenarnya juga bisa dilakukan oleh orang lain, semuanya bermula dari niat dan kemauan," pungkasnya.

Elisabeth berharap, akan ada lebih banyak orang di luar sana yang mempunyai tekad kuat seperti dia untuk menjadi melek asuransi. Sebab sebagai manusia, orang hanya bisa berusaha, termasuk berusaha melindungi diri dari sakit dan kecelakaan atau musibah. "Anggap saja bahwa orang cerdas yang mengetahui bahwa hujan akan turun, maka ia akan sediakan payung sebelum hujan benar-benar turun," tandasnya. (lyn/tap)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1793933261.6115 at start, 1793933261.998 at end, 0.38654613494873 sec elapsed