News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Segera Lakukan Pelebaran Jalan Poros Purwosari-Tambakrejo, Anggaran Rp 20 M
  • Ini Batas Aman Harian Konsumsi Micin Menurut Pakar Kesehatan
  • DPRD dan Pemkab Bojonegoro Sahkan Dua Raperda Strategis Bidang Pariwisata dan Perlindungan Anak
  • Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan Perisai Anak Jatim, Perkuat Ekosistem Digital Ramah Anak
  • Asesmen Hari Kedua UNESCO Global Geopark, Tim Asesor Kagumi Kekayaan Alam dan Budaya Bojonegoro
  • 30 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 30 Juli 2026 di Bojonegoro
  • Warga Leran dan Sukoharjo Kalitidu Bersama-sama Bangun Infrastruktur Publik
  • DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Bersama OPD, Fokus pada Efektivitas Program dan Kesejahteraan Masyarakat
  • Penyaluran Dana Desa Tahap II di Bojonegoro Baru Jangkau 130 Desa, Ratusan Desa Belum Ajukan Pencairan
  • Pemkab Bojonegoro Sambut Tim Asesor UNESCO, Geopark Bojonegoro Jalani Validasi Menuju UNESCO Global Geopark
  • Motor Vixion Kontra Truk Ayam di Baureno, Satu Orang Luka Berat
  • Program Domba Kesejahteraan, Strategi Pemkab Bojonegoro Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
  • Desa Kauman Bojonegoro Masuk Kandidat Desa Antikorupsi 2026, KPK Lakukan Monitoring Penilaian
  • Kolaborasi Peduli Keselamatan, PLN NP UPTA Cetak "Agen Tanggap Bencana" Sejak Dini
  • Wujud Syukur dan Ikhtiar, PLN NP UP Tanjung Awar-Awar Gelar Program Derma Nusantara
  • AMSI Jatim Akan Gelar Seminar Nasional Bahas Masa Depan Media di Era AI
  • Gagal Salip Kendaraan di Depannya, Bus Jaya Utama Hantam Avanza di Baureno Bojonegoro
  • AKBP Yenni Diarty Resmi Jabat Kapolres, Jadi Polwan Pertama Pimpin Polres Bojonegoro
  • Lupa Matikan Kompor Saat Bikin Susu, Rumah Warga Mojokampung Bojonegoro Ludes Terbakar
  • Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Bakal Gelar Doa dan Zikir Kebangsaan Lintas Agama di Monas
  • Pemprov Jatim Usulkan 2.100 Formasi CPNS 2026, Seleksi Diproyeksikan Bergulir Akhir Tahun
  • Mengenal Kanker Usus Besar yang Menewakan Penulis Jepang Keigo Higashino
  • Pemkab Bojonegoro Godok Perbup Tata Kelola Parkir dan Siapkan Perluasan Kantong Parkir Gratis
Yakinkan Orang Prinsip Sedia Payung Sebelum Hujan

Elisabeth Sekarningrat, Financial Consultant di Bojonegoro

Yakinkan Orang Prinsip Sedia Payung Sebelum Hujan

Oleh Linda Estiyanti

SOSOK kali ini datang dari seorang perempuan karir bernama Elisabeth Sekarningrat SPsi LNLP RFP. Sebagai seorang perempuan, bisa dikatakan ia adalah perempuan yang pemberani.  Ambisinya menembus mindset kuno dengan mencoba memahamkan masyarakat tentang prinsip "sedia payung sebelum hujan" tidak pernah redup. Semangatnya terus berkobar meski kadang harus bergelut dengan hambatan yang tak berujung.

Elisabeth Sekarningrat, perempuan kelahiran Malang pada 31 Mei 1972 ini sosok perempuan mandiri dengan kepribadian luwes. Kepribadian demikian inilah yang kemudian mengantarkannya dekat dengan masyarakat. Profesinya sebagai Financial Consultant (konsultan keuangan) yang bertugas melayani jasa konsultasi keuangan, Elisabeth dituntut selalu siap dan tampil sempurna.

Profesi Financial Consultant diawalinya dari sebuah perusahaan asuransi. Jebolan fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya itu tidak terlalu kesulitan ketika harus berhubungan dengan berbagai karakter orang di lapangan. Menariknya, awal mula berkarir di dunia asuransi tak pula direncanakan. Semua berjalan begitu saja, ketika itu sekitar tahun 2006, dirinya mendapati sang suami, Joppy Nagijo Santoso, mengalami kebangkrutan usaha hingga kemudian jatuh sakit. Dari sinilah ia mengetahui manfaat sesungguhnya dari sebuah asuransi.

"Pada waktu suami sakit, manfaat nyata saya rasakan adalah berbagai kemudahan langsung saya dapatkan dari layanan asuransi ini. Maka dari situ, saya sadar bahwa kemudahan yang saya dapat sesungguhnya juga bisa didapatkan oleh orang lain yang membutuhkan, lalu saya putuskan bergabung menjadi agen," tutur Elisabeth.

Sejak saat itu, ia mulai bergabung dalam satu perusahaan asuransi. Hanya saja, reaksi berbeda diterimanya dari suami dan keluarga. Suaminya memberi dukungan penuh ketika ia memilih berkarir dalam dunia jasa tersebut. Namun, keluarga besarnya malah menolak.

"Keluarga tidak suka karena beberapa orang yang berkarir di sini, banyak yang berhenti di tengah jalan. Hingga reaksi itu membuat saya tertantang dan ingin membuktikan kepada keluarga kemampuan saya," kenang Eli.

Perempuan penyuka sambal pedas dan baca buku itu, mengaku, sangat menyukai pekerjaannya sebagai seorang Financial Consultant. Ia senang ketika dapat membantu masyarakat dengan memberikan kemudahan asuransi. Ia juga mengakui bahwa pekerjaan tersebut bukan pekerjaan mudah. Lebih-lebih, masyarakat Bojonegoro kebanyakan masih mempunyai  mainset yang konservatif.

"Awalnya saya justru merasa tertantang dengan penolakan masyarakat, saya pikir mereka bereaksi seperti itu karena mereka belum mempunyai pemahaman yang cukup tentang asuransi, sehingga tugas saya lah untuk memahamkan mereka," ungkap perempuan yang tinggal di Jalan Veteran A-10 Perumahan Bojonegoro Residence itu.

Ia mengungkapkan bahwa, pekerjaan yang ia lakoni saat ini adalah bisnis kemanusiaan. Datang dari manusia untuk memanusiakan manusia.  Ketika dalam sebuah keadaan, karakter dan pemahaman manusia berbeda, maka hal tersebut sangat wajar. “Saya seringkali dibuat jengkel oleh klien karena pemikiran kuno mereka, namun saya tetap berusaha memahamkan mereka tentang manfaat asuransi pada dewasa ini,” terang Elisabeth.

Ia mengatakan, di zaman seperti sekarang, orang harus cerdas memilih asuransi. Berbagai ancaman dan musibah yang mudah terjadi bisa merubah hidup seseorang. Asuransi menawarkan kemudahan untuk menjawab segala ancaman dan musibah tersebut. "Masyarakat sudah mulai cerdas, di sini perlahan mereka pasti menyadari, bahwa ketika sakit tentu mereka membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi urusan tabungan untuk pendidikan dan masa tua, di situlah peran saya membantu masyarakat," ucapnya tersenyum.

Kini, ketika usianya sudah tak muda lagi, Elisabeth merasa telah berhasil menaklukkan tantangannya. Ibu tiga orang putra, Levin, Malveren, dan Pieter, tersebut telah berhasil mengubah mainset hampir 1.000 orang yang anti asuransi menjadi sadar asuransi. Selain itu, berkat ketelatenannya melayani klien, ia sudah mendapatkan promosi sebagai pejabat agen tertinggi kedua di Kabupaten Bojonegoro, dari total lima tingkatan agen.

"Ya saya senang, berkat pekerjaan ini saya bisa bertemu dengan banyak orang, bahkan saya bisa mengunjungi total 30 negara setelah bergabung di sini. Saya kira ini hal luar biasa yang sebenarnya juga bisa dilakukan oleh orang lain, semuanya bermula dari niat dan kemauan," pungkasnya.

Elisabeth berharap, akan ada lebih banyak orang di luar sana yang mempunyai tekad kuat seperti dia untuk menjadi melek asuransi. Sebab sebagai manusia, orang hanya bisa berusaha, termasuk berusaha melindungi diri dari sakit dan kecelakaan atau musibah. "Anggap saja bahwa orang cerdas yang mengetahui bahwa hujan akan turun, maka ia akan sediakan payung sebelum hujan benar-benar turun," tandasnya. (lyn/tap)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Obession, Horror Kesepian Generasi Saat Ini

Film Obession, Horror Kesepian Generasi Saat Ini

Film horor secara aktif mencerminkan ketakutan masyarakat pada suatu era, mulai dari ancaman destruksi nuklir pada 1950-an hingga teknofobia dan ...

1785412602.7498 at start, 1785412603.1483 at end, 0.39845705032349 sec elapsed