Festival Pangan Lokal Non Beras
Ajang Berkreasi dan Mengolah Potensi Kuliner di Bojonegoro
Senin, 30 Mei 2016 14:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Dalam upaya memberikan ruang kepada masyarakat berkreasi dan mengolah potensi kuliner, Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK menyelenggarakan Festival Pangan Lokal Non Beras. Acara ini dilaksanakan di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro, Senin (30/05) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh Tim Pengegrak PKK dari 28 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.
"Festival ini memberikan inspirasi bagi kegiatan pangan di Bojonegoro. Setiap tahun lomba cipta menu menjadi festival pangan lokal. Tujuannya mengangkat masalah olahan pangan supaya bisa dikembangkan kegiatan kuliner. Bahan lokal di daerah bisa diolah dan menambah tambahan pendapatan," ujar Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro Rendra D Prakosa saat membuka acara.
Rendra berharap, kegiatan ini mampu mengembangkan kreativitas dan sajian kuliner untuk dijual ke masyarakat. Saat ini daya beli masyarakat Bojonegoro sudah kuat, sehingga dengan demikian ekonomi masyarakat lokal juga diharapkan lebih baik.
Sementara itu, menurut Kasi Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Kantor Ketahanan Pangan Bojonegoro Mujito Wahono SSos, acara festival pangan ini menjadi kesempatan masyarakat untuk bekreasi dan mengolah potensi yang berarah sektor ekonomi. Mengembangkan resep dan daya saing tujuan bisnis kuliner.
"Kategori penilaian yaitu cita rasa, warna, penampilan, dan kandungan gizi. Ada enam kategori pemenang dalam festival ini," ujarnya di hadapan puluhan anggota Tim Penggerak PKK.
Dari pantauan beritabojonegoro.com di lokasi Festival Pangan Lokal Non Beras, masing-masing PKK menyajikan aneka olahan makanan dengan kemasan dan penampilan menarik. Salah satunya, TP PKK Kecamatan Gondang yang menyajikan makanan dan minuman yang terbuat dari kedelai dan singkong. Ada namanya Nyodok, yaitu makanan yang terbuat dari singkong dibentuk seperti hotdog. Sedangkan minumannya yaitu sari kedelai beraneka ragam rasa.
"Saat ini, anak muda lebih tertarik dengan makanan street food, yang lebih mudah dimakan. Kami menyajikan Nyodok ini seperti hotdog, bahan utama singkong dengan toping bbq, keju, dan lainnya," ungkap Lutfi, seorang Kader PKK dari Kecamatan Gondang.
Sedangkan dari Kecamatan Bubulan menyajikan aneka makanan dari bahan dasar daun kelor dan pisang. "Ada sagon yang terbuat dari pisang, pisangnya direbus kemudian diparut. Disangrai sebentar, kelapa pun juga disangrai. Setelah itu digabung dengan tepung sagu sebagai perekat dan baru dipanggang," cerita Yayuk, kader PKK dari Kecamatan Bubulan.
Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, akhirnya diketahui 6 pemenang pada enam kategori Festival Pangan Lokal Non Beras Kabupaten Bojonegoro. Pertama, Kategori Kreativitas pemenangnya Kecamatan Gondang. Kedua, Kategori Bahan Lokal pemenangnya Kecamatan Trucuk. Ketiga, Kategori Jalanan Favorit pemenangnya Kecamatan Bubulan. Keempat, Kategori Minuman Favorit pemenangnya Kecamatan Kanor. Kelima, Kategori Menu Komersial pemenangnya Kecamatan Malo. Keenam, Kategori Menu Favorit pemenangnya Kecamatan Kedewan. (ver/tap)
*) Foto seorang juri sedang menilai tatanan makanan di stan peserta festival pangan lokal












































.md.jpg)






