Kemenag Lakukan Rukyatul Hilal di Wonocolo pada 5 Juni 2016
Rabu, 01 Juni 2016 11:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojoneoro memastikan rukyatul hilal dilaksanakan pada 5 Juni 2016. Sebab, 1 Ramadan diperkirakan jatuh pada 6 Juni mendatang. Lokasi rukyatul hilal adalah di bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan.
Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Bojonegoro Maulana menjelaskan, 1 Ramadan diperkirakan jatuh pada 6 Juni 2016. Sehingga, rukyatul hilal akan dilaksanakan sehari sebelumnya yaitu 5 Juni. Namun, Kemenag belum bisa menyebutkan kepastian jatuhnya awal Ramadan. Sebab, harus menunggu hasil rukyatul hilal tersebut. ‘’Kalau hilal bisa terlihat, 6 Juni sudah puasa,’’ terangnya.
Pelaksanaan rukyatul hilal nantinya akan diikuti oleh berbagai unsur Forpimpda, mulai Kemenag, MUI, ormas Islam, dan Kemenag Kanwil Jatim.
Rukyat sendiri akan dilakukan oleh tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Bojonegoro. Semua hal yang berkaitan dengan hasil rukyat ada di tim BHR yang membidangi. ‘’Dalam hal ini Kemenag hanya memberikan fasilitas saja,’’ jelasnya.
Maulan menjelaskan, tahun ini kemungkinan besar Ramadan akan dilaksanakan secara bersamaan yaitu 6 Juni. Namun, Kemenag tetap belum bisa memastikan sebelum hasil rukyat ada. ‘’Semoga saja tidak ada perbedaan pada puasa tahun ini,’’ harapnya.
Maulana menjelaskan, hingga kini lokasi rukyatul hilal memang masih di Wonocolo. Sebab, hanya lokasi itu yang dinilai sesuai untuk melihat posisi hilal. Sebab, lokasi bukit tersebut cukup tinggi.
Menurutnya, ada satu lokasi yang menjadi pilihan lain yaitu di Atas Angin, Sekar. Namun, lokasi itu masih belum mendapatkan rekomendasi dari Pemkab Bojonegoro. Sehingga, lokasi untuk memantu hilal masih dipusatkan di Wonocolo. ‘’Tidak ada perubahan, tetap di Wonocolo,’’ terangnya.
Rencananya, Kemenag akan membangun menara untuk melihat posisi hilal di bukit tersebut. Sebab, meskipun bisa melihat hilal, namun dalam kondisi tertentu terhalang. Misalnya, pohon jati. Sebab, bukit itu adalah ada di hutan jati. ‘’Kalau ingin melaksanakan rukyat, ya harus memangkas daun jatinya,’’ jelasnya. (mol/kik)
Ilustrasi www.suaraislam.com












































.md.jpg)






