Surut, Pantauan Tinggi Muka Air Bengawan Solo Dihentikan
Rabu, 22 Juni 2016 12:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kota – Permukaan Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro berangsur surut. Bahkan, hari ini tinggi muka air yang terpantau di papan duga dekat Pasar Besar Bojonegoro berada di kisaran 10.90 peilschaal di atas permukaan air laut. Status Sungai Bengawan Solo telah dinyatakan lepas siaga banjir.
Menurut Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Sukirno, kondisi Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro kini telah surut. Pihak BPBD, kata dia, untuk sementara tidak melakukan update perkembangan tinggi muka air Bengawan Solo. Namun, apabila tren air Bengawan Solo naik lagi maka akan dilakukan update perkembangan ketinggian air Bengawan Solo lagi.
“Sungai Bengawan Solo sudah surut dan statusnya di bawah siaga,” ujarnya, Rabu (22/06).
Meski demikian, pihak BPBD Bojonegoro tetap siaga menghadapi banjir luapan Bengawan Solo. Sebab, kiriman air bah dari hulu sungai sewaktu-waktu bisa datang apabila terjadi curah hujan tinggi di daerah hulu.
Sukirno mengatakan, BPBD Bojonegoro selalu siap menghadapi bencana banjir luapan Bengawan Solo maupun banjir bandang. Sistem koordinasi antara BPBD Bojonegoro dengan BPBD di daerah hulu seperti Solo, Sragen, dan Ngawi juga telah berjalan.
“Apabila di daerah Solo atau Ngawi ketinggian air Bengawan Solo naik, maka secara otomatis kami yang berada di daerah hilir otomatis akan bersiaga menghadapi banjir,” ujarnya.
Sementara itu, di sepanjang tepi Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro tampak bekas air dan lumpur terlihat jelas. Air berwarna kuning kecokelatan mengalir dengan deras menyeret ranting kering dan pelepah pisang.
Tumpukan sampah dan ranting kering juga menumpuk di sekitar Bendung Gerak di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Namun, air di Bendung Gerak terlihat berkurang tidak seperti dua hari sebelumnya. (her/kik)












































.md.jpg)






