Pengusaha Tahu Ledok Kulon Keluhkan Mahalnya Harga Kedelai
Rabu, 03 Agustus 2016 20:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Kota - Pengusaha tahu Kelurahan Ledok Kulon berharap harga kedelai impor bisa stabil. Sebab naiknya harga kedelai berimbas pada keberlangsungan usaha pembuatan tahu di Ledok Kulon.
Hal itu diungkapkan oleh ketua Asosiasi Pengusaha Tahu Ledok Kulon Arifin kepada beritabojonegoro.com (BBC), hari ini, Rabu (03/08)."Saat ini jumlah pengusaha tahi ada 144 orang. Selama ini bahan baku pembuatan tahu mengandalkan kedelai impor. Harga kedelai impor saat ini kerap tidak stabil karena mengikuti pergerakan kurs dolar,” kata Arifin.
Kenaikan kedelai impor biasanya terjadi mendadak, sehingga membuat pengusaha tahu kesusahan untuk menaikan harga tahu ke pembeli yang tiap hari langganan.
Saat ini harga kedelai impor sekitar Rp6.600 per kilogram. Memang, harga saat ini menurun dibanding bulan lalu, Rp 6.800 per kg. Namun harga itu masih terhitung tinggi bagi para pengusaha tahu.
Arifin menambahkan, selama ini penggorengan tahu menggunakan kayu bakar. Jika menggunakan gas maka akan membutuhkan biaya mahal. Tahu dari Ledok Kulon dijual di berbagai pasar di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya, juga ke luar kota. (mol/moha)












































.md.jpg)






