Peternak Ayam di Bojonegoro Perlu Mewaspadai Penyakit Tetelo
Selasa, 08 November 2016 09:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Peternak ayam di Kabupaten Bojonegoro diminta lebih mewaspadai penyakit tetelo. Pasalnya, penyakit Newcastle Disease (ND) atau yang lebih dikenal dengan sebutan tetelo ini sangat aktif ditemperatur suhu rendah seperti saat ini.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Yayuk Sugiarti, mengatakan, penyakit tetelo memang sering menyerang ternak unggas. Sehingga mengakibatkan sejumlah ternak unggas mati mendadak.
"Serangan pada ayam yang paling sering terjadi, dengan gejala klinis seperti terkena pilek, mengorok, sayap turun lemas terkulai, kaki terseret, sampai kepala terkulai atau melipat," ungkapnya, Selasa (8/11/2016).
Yayuk sapaan akrabnya, menambahkan, tahun lalu pada musim hujan seperti ini banyak ayam mati mendadak. Jaraknya kalau sudah kena tetelo, empat hari langsung mati.
Untuk mengatasinya, para peternak ayam yang melihat ternaknya terserang penyakit, langsung dipotong. Sehingga tidak menular kepada hewan yang lainnya. "Langsung dipotong untuk konsumsi. Aman itu tidak ada efeknya ke manusia," ujarnya.
Selain dipotong, lanjutnya, ternak bisa juga diberi vitamin secara cukup agar tidak mudah terkena penyakit. (mol/tap)












































.md.jpg)






