News Ticker
  • Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji Bojonegoro, Boneka Unta Jadi Oleh-Oleh Khas
  • Sukses Dongkrak Ekonomi Warga Gayam, Program Domba Kesejahteraan Pemkab Bojonegoro Berbuahkan Hasil
  • Panen Raya di Rutan Blora, Wabup Dorong Produksi Padi Organik Tembus Pasar Jakarta
  • Dua Bulan Terapkan WFH, Pemprov Jatim Hemat Anggaran Listrik, Air, Hingga BBM Ratusan Juta
  • Harlah ke-20 PPDI Baureno, Perangkat Desa Keluhkan Keterlambatan Gaji Akibat Efisiensi Anggaran
  • Kilas Balik Sejarah Dunia 12 Juni
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 12 Juni 2026
  • Komisi C DPRD Bojonegoro Kawal Program Pembangunan 2026 dan Penggunaan CSR Bank Daerah
  • Bupati Bojonegoro Medhayoh di Gayam, Dorong Diversifikasi Pertanian dan Evaluasi Program Gayatri
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Bojonegoro Kota Terbakar
  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, Bupati Setyo Wahono Ajak Warga Bojonegoro Jaga Mata Air Demi Masa Depan Generasi
  • Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Ditambah Jadi Rp 30 Miliar dan Diusulkan Jadi Jalan Nasional
  • Tak Hanya Manual, Pemkab Blora Wacanakan Job Fair Digital Berbasis Website Sepanjang Tahun
  • Lantik Dua Kades PAW, Bupati Setyo Wahono Minta Segera Tancap Gas dan Rangkul Semua Elemen
  • Wujudkan Program 'Golek Gawean Gampang', Pemkab Blora Buka Lowongan 7.439 Posisi di Job Fair 2026
  • 11 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 Juni 2026
  • Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Seorang Anak di Kasiman, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Musim Kemarau 2026, 93 Desa di 24 Kecamatan Bojonegoro Berpotensi Alami Kekeringan
  • Diduga Serangan Jantung, Warga Malo Meninggal saat Hendak Beli Elpiji di Kalitidu, Bojonegoro
  • Seorang Kakek Warga Kalitidu Ditemukan Meninggal di Tribun Alun-Alun Bojonegoro
  • Komitmen Anggaran RTLH Tinggi, Kabupaten Bojonegoro Raih Penghargaan Terbaik Kedua dari Gubernur Jawa Timur
  • Sering Mengalami Mimpi tentang Pekerjaan Kantor? Ternyata Ini Penyebab Psikologisnya
  • Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa
Belasan Tahun Entas Santri Sakit Jiwa ke Hidup Normal

Ustad Kasmidi, Pengasuh Pesantren An-Nawawi Sobontoro

Belasan Tahun Entas Santri Sakit Jiwa ke Hidup Normal

Oleh Ahmad Bukhori

Balen - Mendidik santri yang jiwanya normal dapat dilakukan oleh banyak ustad. Namun, mendidik dan mengobati santri yang kena gangguan kejiwaan tidak dapat dilakukan setiap ustad. Meskipun memiliki wawasan agama dan keilmuan kuat, belum tentu dapat melakukan hal itu. Karena, memang mendidik dan mengasuh santri yang berlatar belakang gangguan jiwa adalah hal sulit.

Seperti yang dilakukan Ustad Kasmidi (40). Beliau mengaku sudah belasan tahun mengurus dan mengasuh santri-santri terganggu kejiwaannya. Ini dilakukan untuk meneruskan usaha Kiai Fahrur Rozi di Pondok Pesantren An-Nawawi di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen.

"Perlu ketekunan dan kesabaran yang ekstra dalam merawat santri-santri seperti itu," katanya kepada BBC sebutan BeritaBojonegoro.com, beberapa waktu lalu.

Kasmidi adalah menantu dari KH M Fahrur Rozi pendiri Ponpes An-Nawawi, beliau lahir pada tanggal 10 Oktober 1975 di Tuban, tepatnya di Desa/Kecamatan Soko. Pada tahun 1999 beliau dinikahkan dengan putri Kiai Fahrur Rozi.

Dia diminta mertuanya menetap di ponpes dan membantu mengasuh santri-santrinya. Namun, Kiai M Fahrur Rozi wafat pada 12 Februari 2012, sejak saat itu dia mengurus dan mengasuh ponpes sendiri.

Menangani santri yang bertingkah dan bersikap kurang wajar adalah hal biasa baginya. Ustad paruh baya bertubuh kekar ini tidak gentar dengan santri yang berpostur tubuh lebih besar sekalipun. Karena, itu adalah pekerjaan sehari harinya.

"Bagi santri yang baru masuk, jika sifatnya merusak dan suka ngamuk maka akan saya rantai biar tidak mengganggu santri yang lain," terangnya.

Saat ini, ada tujuh orang santri yang diasuh Kasmidi. Tiga santri itu berjenis kelamin perempuan dan empat laki laki. Enam dari tujuh santri itu sudah menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Ada satu santri laki-laki remaja yang masih dirantai kakinya. "Karena baru masuk dan suka mengamuk," sambungnya.

Kasmidi menambahkan, saat musim caleg pasti pondoknya itu penuh. "Terhitung 50 sampai 60 calon kades yang berasal dari dalam dan luar Bojonegoro yang depresi, karena gagal mencalonkan diri," tuturnya.

Masih katanya, proses penyembuhannya selain dengan terapi keagamaan, pengasuh juga melakukan terapi tradisional. Jika sudah normal, santri akan dimandikan dengan air bunga yang diartikan sebagai penyucian jiwa.

Dia juga menjelaskan perihal jumlah yang telah disembuhkan sudah ratusan santri dan dipulangkan ke rumahnya. Dan waktu penyembuhannya, kata kasmidi, bervariasi, tidak bisa dipastikan. "Karena yang menyembuhkan itu bukan saya, melainkan atas pertolongan Allah Swt,” pungkasnya. (ori/tap)

*) Foto ustad kasmidi

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Monster Pabrik Rambut, Dobrak Kejenuhan Formula Horor Domestik

Film Monster Pabrik Rambut, Dobrak Kejenuhan Formula Horor Domestik

Ranah sinema genre cekam tanah air kembali dikejutkan oleh keberanian sutradara Edwin melalui buah karya sinematik terbarunya yang bertajuk Monster ...

1781270673.3733 at start, 1781270673.6658 at end, 0.29251480102539 sec elapsed