BPCB Jawa Timur Gelar Pameran Kepurbakalaan
Rabu, 16 November 2016 07:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro - Balai Pelesatari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menggelar pameran Kepurbakalaan di Kabupaten Bojonegoro. Beberapa benda cagar budaya dan situs kepurbakalaan dipamerkan mulai Selasa (15/11/2016) hingga 17 November 2016 di Gedung Maharani, Kompleks Bakorwil.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid, mengungkapkan, pameran kepurbakalaan ini diharapkan bisa menjadi magnet bagi masyarakat Bojonegoro karena selama ini kesadaran masyarakat maupun instansi pemerintah masih rendah dalam menjaga peninggalan sejarah.
Lemahnya kesadaran instansi pemerintah maupun stakeholder yang terkait dalam menjaga peninggalan sejarah itu, kata dia, sehingga membuat masyarakat Bojonegoro kesulitan dalam mengetahui jejak peradaban yang ada di kotanya.
"Dengan pameran ini diharapkan bisa menjadi media edukasi baik untuk instansi pemerintah daerah, masayarakat dan stakeholder untuk sadar pentingnya benda cagar budaya maupun kawasan cagar budaya ini," ujarnya.
Sementara, lanjut dia, peninggalan benda bersejarah di Kabupaten Bojonegoro masih bersekaran di mana-mana. Kabupaten Bojonegoro sendiri diakui banyak sekali temuan-temuan peninggalan sejarah, namun karena sumber daya manusia di Bojonegoro yang masih menganggap bahwa hal itu belum dianggap penting dan maysarakat juga tidak tahu sehingga diharapkan dengan pameran ini bisa menyusun cerita-cerita masa lampau Bojonegoro melalui benda-benda peninggalan sejarah.
Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan, Pemanfaatan Cagar Budaya, Balai Pelestari Cagar Budaya Jawa Timur, Edi Widodo mengungkapkan, pameran ini merupakan hasil temuan benda purbakala di Jawa Timur. Diharapkan dengan adanya pameran ini baik pelajar, masayarakat serta instansi pemerintahan bisa belajar tentang sejarah dan peradaban yang ada di wilayahnya.
Beberapa benda bersejarah yang dipamerkan diantaranya mulai dari bilah, mata panah, fosil, artefak, miniatur meriam, piring masa eropa dan masih banyak lagi. "Ini merupakan alur sejarah peradaban yang sudah ditemukan," ujarnya. (her/kik)












































.md.jpg)






