Akibat Banjir, Petani di Trucuk Terpaksa Panen Padi Lebih Awal
Selasa, 29 November 2016 19:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Petani padi di Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro terpaksa melakukan panen dini atau lebih awal dari masa panen. Mereka kawatir tanaman padinya rusak setelah terendam banjir luapan Bengawan Solo selama tiga hari kemarin.
"Takut ada banjir susulan. Sengaja panen sebelum waktunya, meskipun hasilnya tidak memuaskan," kata Sunarto salah seorang petani di Kecamatan Trucuk, Selasa (29/11/2016).
Areal lahan pertanian padi yang dimiliki Sunarto kurang dari 1 hektare. Sebagian besar mengalami kerusakan terendam banjir. Menyisakan lumpur bahkan merobohkan batang padi akibat arus air Bengawan Solo.
Sebagian areal pertanian padi yang dinilai masih cukup baik, menurut Sunarto, terpaksa dipanen dini. Hal ini merupakan solusi agar petani tidak mengalami kerugian lebih besar.
"Banjir yang telah merusak padi saya ini kerugiannya besar sekali, daripada nanti banjir lagi, lebih baik dipanen sekarang saja," katanya yang mengaku waktu panen sebenarnya tinggal sepekan lagi.
Petani lain di Desa Guyangan Kecamatan Trucuk, Heri mengatakan, hasil tanaman padi yang baru dipanen dini mengalami kualitas jelek. Tentu ini akan memengaruhi harga jual jadi lebih murah.
"Meskipun panen sekarang rugi, tapi lebih baik dipanen, daripada nanti padi membusuk, kerugiannya lebih besar lagi," ungkapnya. (mol/tap)
*) Foto dokumen beritabojonegoro.com












































.md.jpg)






