Sungai Bengawan Solo Meluap
Warga Ledok Wetan dan Ledok Kulon Mengungsi
Kamis, 01 Desember 2016 07:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro – Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro meluap. Sungai terpanjang di Pulau Jawa itu penuh hingga meluber di sepanjang wilayah yang dilaluinya. Akibatnya, permukiman padat penduduk di kawasan Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, tergenang banjir luapan Bengawan Solo setinggi lutut orang dewasa. Sedikitnya ada 400 rumah warga yang tergenang. Sebagian warga mengungsi di gedung Serba Guna. Sementara, warga lainnya memilih bertahan di rumah.
Menurut Rini, 45, warga RT 07 RW 01, Kelurahan Ledok Wetan, banjir luapan Bengawan Solo mulai menggenangi jalan kampung dan masuk rumah warga sejak Rabu (30/11/2016) dini hari. Air terus merambat naik hingga setinggi lutut orang dewasa.
“Sepertinya air terus naik sehingga saya dan keluarga memilih mengungsi ke gedung Serba Guna,” ujarnya, Kamis (01/11/2016).
Meski banjir, anak-anak tampak bermain di genangan banjir. Beberapa warga keluar masuk permukiman dengan naik perahu. Jalan kampung di lorong satu hingga empat di Kelurahan Ledok Wetan tergenang banjir. Kawasan permukiman penduduk ini berada di dalam tanggul dan seringkali selalu tergenang banjir saat status Sungai Bengawan Solo siaga dua.
Sementara itu, sedikitnya 109 jiwa warga Kelurahan Ledok Wetan yang terdiri anak-anak, ibu, dan bapak mengungsi di gedung Serba Guna. Mereka tidur di alas tikar. Mereka juga membawa selimut dan bantal.
Sulasih, 62, salah satu pengungsi, mengaku telah mengungsi sejak dua hari ini. Ia mengungsi bersama anak dan cucunya. “Saya sebenarnya tidak kerasan tinggal dan tidur di pengungsian. Sebab, pengungsian selalu ramai sehingga sulit untuk bisa tidur,” ujarnya.
Namun, ia mengaku tidak punya pilihan sehingga terpaksa mengungsi. Selama di pengungsian, ia mengeluhkan sakit gatal-gatal dan pegal linu. Selama di pengungsian Sulasih dan keluarganya mendapatkan makanan nasi bungkus.
Sementara itu menurut Norma Govita, petugas pos kesehatan di pengungsian, mengatakan, kebanyakan pengungsi memeriksakan kondisi kesehatannya. Mereka banyak yang mengeluhkan sakit gatal-gatal, kepala pusing, pegal linu, dan hipertensi.
“Kebanyakan orang tua mengeluhkan pegal linu dan pusing,” ujarnya.
Selain di wilayah Kota Bojonegoro, banjir luapan Bengawan Solo juga menggenangi areal persawahan, jalan pedesaan, dan permukiman penduduk di Kecamatan Padangan, Kalitidu, Dander, Trucuk, Kapas, Balen, Kanor, Sumberejo, dan Kanor. (her/kik)












































.md.jpg)






