Sungai Bengawan Solo Meluap
Sapi Senilai Rp 21 Juta Hanyut Terbawa Arus Bengawan Solo
Kamis, 01 Desember 2016 09:00 WIBOleh Sucipto
Oleh Sucipto
Padangan - Luapan Sungai Bengawan Solo beberapa hari terakhir ini membawa petaka bagi warga yang bermukim di pinggiran sungai. Keadaan semakin mengkhawatirkan karena hingga pagi ini belum ada tanda-tanda surut.
Salah seorang warga RT 07 RW 02 Desa Dengok Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, Yadin (55), menderita kerugian materiil puluhan juta rupiah akibat luapan sungai yang menjadi pembatas wilayah Jawa Timur dengan Jawa Tengah ini.
"Saya kehilangan seekor sapi jenis Brahman Super senilai Rp 21 juta akibat luapan Bengawan Solo ini. Sampai sekarang saya masih belum bisa berpikir harus berbuat apa," ungkap Yadin dengan raut sedih ketika dikunjungi beritabojonegoro.com di rumahnya, Kamis (1/12/2016).
Pria yang akrab disapa Barudin ini tidak menyangka bakal kehilangan sapi Brahmannya. Sapi itu terjebak, ketika kandangnya amblas akibat tebing bengawan longsor setelah diterjang arus deras Bengawan Solo, pada Senin dini hari, 28 November 2016 lalu.
Baca Berita: Tebing Longsor, Kandang Sapi Amblas ke Bengawan Solo
"Masih beruntung sapi yang lain bisa saya selamatkan. Sekarang sudah saya tempatkan di Dusun Robayan, yang lebih aman," tutur pedagang sapi ini dengan ekspresi masih berduka.
Suami Sumirah ini, tampak belum bisa melupakan tragedi kandang amblas yang menimpanya Senin dini hari itu. Tragedi serupa pernah menimpanya beberapa tahun yang lalu.
"Ini yang terakhir, kami tidak akan membuat kandang lagi. Lagi pula membuat kandang tidak cukup Rp 60 juta. Saya juga belum punya rencana apa-apa," ujar kakek dua cucu itu pelan mengenang sebagian kandang sapinya yang hanyut terbawa arus Sungai Bengawan Solo. (cip/kik)












































.md.jpg)






