Banjir Luapan Bengawan Solo di Bojonegoro
Desa Ngablak dan Ngulanan Terendam Banjir Setinggi Lutut, Kerugian Capai Miliaran
Jumat, 02 Desember 2016 11:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Dander - Banjir luapan Sungai Bengawan Solo menggenangi kawasan Desa Ngablak dan Ngulanan Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Kawasan desa ini selalu jadi langganan banjir saat Sungai Bengawan Solo meluap. Bahkan, banjir di kawasan ini selalu parah.
Di Desa Ngablak sedikitnya 125 hektare lahan tergenang banjir, 44 hektare lahan pekarangan tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa. Selain itu, jalan desa tergenang banjir sepanjang 4.000 kilometer dengan kedalaman 70 centimeter. Lahan padi tergenang banjir seluas 175 hektare.
Rumah yang tergenang banjir sebanyak 750 kepala keluarga, sekolah terendam banjir sebanyak 5 unit, dan tempat ibadah terendam banjir sebanyak 4 unit. Sedangkan, ternak yang diungsikan yakni sapi 32 ekor, kambing 30 ekor.
"Kerugian akibat banjir yakni tanaman padi sekitar Rp 4,2 miliar, jagung Rp 6 juta, dan ternak Rp 3,2 juta," ujar Fatchur Rothman, warga Desa Ngablak Kecamatan Dander.
Sedangkan, di Desa Ngulanan tercatat sawah yang tergenang banjir seluas 57 hektare, tegalan seluas 32 hektare, jalan desa sepanjang 4,5 kilometer, dan rumah sebanyak 118 kepala keluarga. Kerugian akibat banjir ditaksir mencapai Rp900 juta.
Menurut Muchammad Azis Setiawan (30), warga Desa Ngulanan, banjir di Desa Ngulanan mencapai setinggi lutut orang dewasa. Banjir bertahan lama dan tak kunjung surut. "Kami kesulitan keluar masuk kampung. Sebab, jalan perkampungan tergenang banjir setinggi lutut," ujarnya. (her/kik)












































.md.jpg)






