Bengawan Solo Surut, Warga Merasa Lega
Sabtu, 03 Desember 2016 08:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Purwosari - Banjir luapan Sungai Bengawan Solo mulai surut. Sisa endapan lumpur cukup tebal terlihat di sepanjang tepian sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Air Bengawan Solo tampak mengalir tenang, berwarna kuning keruh.
Aktivitas penyeberangan perahu di sejumlah titik di sepanjang Sungai Bengawan Solo terlihat berjalan seperti biasa. Anak-anak sekolah dan para pedagang yang membawa sepeda motor dan barang dagangan terlihat naik perahu-perahu penyeberangan itu.
Seperti halnya yang terlihat di titik penyeberangan Desa Dukoh Lor Kecamatan Malo, dengan Dusun Korgan Desa/Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (3/12/2016) pagi. Perahu penyeberangan juga terlihat hilir mudik di titik penyeberangan Desa Kebonagung Kecamatan Padangan.
Menurut Tarmuji (56), awak perahu penyeberangan di Desa Dukoh Lor Kecamatan Malo, sejak pagi ini permukaan Sungai Bengawan Solo tampak surut. "Sudah surut sejak pagi ini," ujar Tarmuji sambil mengarahkan perahunya menepi di daratan.
Sementara itu menurut Sulasih (45), warga Desa Tembeling Kecamatan Kasiman, surutnya air Bengawan Solo ini membuatnya lega. Sebab, bila air Bengawan pasang ia khawatir saat menyeberangi sungai. Padahal, ia setiap hari membawa barang dagangan ke Pasar Purwosari.
"Kalau melihat air penuh rasanya juga ngeri saat menyeberangi bengawan," ujarnya. (her/kik)












































.md.jpg)






