Dinas Pariwisata Menyayangkan Rusaknya Situs Perahu Kuno di Desa Padang
Minggu, 04 Desember 2016 18:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Trucuk - Wisata sejarah Perahu Kuno yang berada di Desa Padang Kecamatan Trucuk kondisinya semakin rapuh dan memprihatinkan. Selama ini Perahu Kuno berada dalam pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid, mengatakan, kondisi situs Perahu Kuno di Desa Padang tak terurus selama bertahun-tahun. Akibatnya sekarang, perahu yang ditemukan tahun 2005 di dasar Bengawan Solo itu telah hancur.
"Kami sudah mencoba untuk mengelola Perahu Kuno tersebut, namun dari pengelola Cagar Budaya Jawa Timur tidak mengizinkan. Sehingga kami tidak bisa berbuat apa-apa saat perahu hancur dan rapuh," ungkapnya, Jumat (2/12/2016) lalu.
Hancurnya perahu, akibat tidak adanya perlindungan bangunan beratap. Bertahun-tahun terkena panas sinar matahari dan air hujan, akhirnya rapuh dan mempercepat proses kerusakan perahu.
"Kondisi kayu-kayu telah rontok dan terlepas dari ikatan yang semula. Sehingga tidak membentuk perahu lagi, melainkan bilah-bilah kayu yang terlepas dari kerangka bentuk perahu," jelas Amir.
Amir menambahkan, sampai saat ini Dinas Pariwisata terus melakukan koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur agar pengelola segera melakukan langkah-langkah penyelamatan Situs Perahu Kuno Desa Padang. (mol/tap)












































.md.jpg)






