IDFoS Dampingi BUMdes Penanaman Klengkeng Di Belun
Selasa, 20 Desember 2016 07:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Temayang - Institute Development of Society (IDFoS) memfasilitasi program tentang penanaman bibit klengkeng bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) “Karya Mandiri” di Desa Belun Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (19/12/16). Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) setempat.
Penanaman bibit klengkeng yang berlangsung mulai pagi hari hingga siang berlangsung dengan lancar. Setelah melewati beberapa tahapan mulai dari pendampingan, perencanaan hingga sosialisasi kepada warga Desa Belun.
Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa Badan Usaha Milik Desa dibentuk oleh pemerintah desa untuk mendayagunakan segala potensi ekonomi, kelembagaan perekonomian, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Di Kabupaten Bojonegoro sendiri Desa Belun merupakan desa yang pertama dalam membudidayakan pohon klengkeng serta satu-satunya di Kecamatan Temayang Bumdesnya tergolong maju.
Kegiatan penanaman ini juga dihadiri oleh kades, perangkat desa, pengurus Bumdes, Gapoktan, Danramil, IDFoS ikut menghadiri acara tersebut. Selain itu juga kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Temayang Ujung Irianto, M.Ma.
“Dengan program ini saya melihat yang pertama supaya bumdesa aktif dengan banyak kegiatan karena selama ini banyak bumdes yang matisuri, kedua supaya gapoktan juga bisa aktif, maka keduanya harus disinergiskan supaya bisa bermanfaat untuk masyarakat desa,” ujarnya.
Diawali dengan sambutan-sambutan dari ketua Bumdes, perwakilan UPTD Dinas Pertanian dan Kepala Desa Belun, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan yang terakhir yaitu simbolik penanaman pohon oleh Kades Belun, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Danramil. Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman pohon klengkeng “Gapoktan Sri Rejeki”.
Melihat dari beberapa aspek yaitu kondisi tanah Desa Belun yang cocok untuk ditanami pohon klengkeng, perawatannya yang mudah, tanaman jangka panjang dan juga nilai ekonominya yang tinggi dipasaran, maka pemerintah desa berinisiatif untuk mengembangkannya dengan membuat kebun klengkeng untuk ke depan yang akan dijadikan agro wisata.
Dalam sambutannya, ketua Bumdesa Suhib mengatakan dengan adanya perkebunan klengkeng ini diharapkan nantinya pemuda desa setelah lulus sekolah tidak meninggalkan desa. " Namun ikut memajukan desa dengan program-programnya”.
Menurut Bambang Sujoko selaku kepala desa pemerintah desa Belun sangat mendukung penuh program Bumdes ini. " Pendanaan pun sudah dianggarkan mulai dari tahun 2015 dan akan dianggarkan lebih ditahun 2017 mendatang”.
Untuk pengelolaan kebun klengkeng ini dilakukan oleh Bumdesa dan Gapoktan, yang mana Bumdesa sebagai pelaksana teknis manajemen dan gapoktan sebagai pengelola pagar hidup dan kolam ikan di sekitar kebun klengkeng.
"Luas lahan yang digunakan sekitar ± 1 Ha dan ditanami 380 bibit pohon klengkeng. Harapan kedepannya program Bumdesa ini bisa membantu untuk meningkatkan ekonomi warga desa Belun, bisa menambah kas desa. Juga sebagai lahan untuk pemuda desa belun agar lebih maju,” ujar kades. (pin/kik)












































.md.jpg)






