Angka Partisipasi Kasar Siswa SMA di Kedewan Nol
Kamis, 05 Januari 2017 08:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kedewan - Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro, nol. APK ini merupakan indikator untuk menghitung jumlah persentase penduduk yang sedang mengenyam pendidikan di berbagai jenjang pendidikan sesuai usia. APK nol di Kedewan ini khususnya tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Menurut Kasi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Puji Widodo, jumlah APK nol di Kecamatan Kedewan ini karena di wilayah tersebut tidak ada sekolah untuk tingkat SMA sederajat. Penduduk usia SMA biasanya setelah lulus SMP langsung melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ke daerah sekitar.
Tidak adanya sekolah di kecamatan tersebut sehingga untuk menghitung angka partisipasi anak usia sekolah yang melanjutkan dan putus sekolah masih kesulitan. Menurut Puji Widodo, sebelumnya Dinas Pendidikan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan sekolah di wilayah setempat.
"Namun karena untuk tingkat SMA sederajat sekarang sudah diambil alih kewenangannya oleh Provinsi maka tergantung pusat pembangunannya sekarang," ujarnya.
Puji menjelaskan, sebagian besar anak usia sekolah yang lulus SMP biasanya memilih melanjutkan ke SMA di wilayah sekitar, seperti di Kecamatan Kasiman, maupun di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sehingga partisipasi anak sekolah masih sulit dilakukan. "Sebagian kecil tidak melanjutkan," terangnya.
Selain Kecamatan Kedewan, di Kabupaten Bojonegoro yang dianggarkan untuk pembangunan sekolah tingkat SMA sederajat itu juga di Kecamatan Trucuk. Di Kecamatan Trucuk itu sudah mulai menerima siswa baru tahun ini. Pembangunan SMK Trucuk sedikitnya menggunakan anggaran sebesar Rp 850 juta. "Tahun ini sudah mulai tahun ajaran baru," pungkasnya.
Sementara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro saat ini memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. DAK Pendidikan bagi siswa itu diberikan kepada semua siswa asal Kabupaten Bojonegoro yang sekolah tingkat SMA sederajat. Masing-masing siswa mendapat DAK sebesar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta pertahun untuk penunjang biaya sekolah. (her/kik)











































.md.jpg)






