Kesadaran PNS di Bojonegoro Untuk Bayar Zakat Profesi Masih Rendah
Selasa, 24 Januari 2017 14:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Kesadaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dalam membayar zakat penghasilan atau profesi melalui Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) masih rendah. Dari sekitar 12.000 PNS di Bojonegoro, baru sekitar 0,8 persen yang membayar zakat penghasilan bulanan.
"Untuk itu kami lakukan sosialisasi wajib zakat penghasilan kepada guru dan PNS lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro," ujar Eko Arif selaku staf pelaksana Bazda Kabupaten Bojonegoro, Selasa (24/01/2017).
Dia menjelaskan, kesadaran PNS rendah karena ketidaktahuan mereka tentang kewajiban membayar zakat profesi atau penghasilan. Ada juga yang enggan membayar zakat profesi dengan berbagai alasan, misalnya uang gaji mereka untuk membayar cicilan rumah, motor, pinjaman di bank, biaya sekolah anak dan lainnya.
"Memang kenyataanya kesadaran PNS masih rendah. Bahkan ada yang menentang, ada pegawai SKPD yang sama sekali dan sulit diminta zakat profesinya," ungkapnya.
Menurut Arif, zakat profesi hanya sebesar 2,5 persen dari gaji yang diterima pegawai. Misalnya, jika penghasilan PNS tersebut Rp 2,5 juta per bulan, maka diwajibkan berzakat sebesar Rp 62.000 per bulan. "Besaran itu cukup ringan. Bagi PNS beragama Islam wajib mengeluarkan zakat," ujarnya.
Ia mengatakan, manfaat utama penyaluran zakat lewat Bazda untuk membantu fakir miskin, amil, mualaf, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil yang penyalurannya sesuai petunjuk alquran dan hadits nabi.
"Penggelolaan zakat ini dapat dipertanggungjawabkan dan dilakukan secara teroganisasi, terdiri dari bidang pengumpulan, bidang pendistribusian, bidang pendayagunaan, bidang pengembangan, bidang kehumasan," ujarnya.
Sebenarnya banyak potensi zakat yang saat ini belum tergali. Padahal jika mampu dioptimalkan zakat menjadi solusi bagi pengentasan kemiskinan. "Seandainya seluruh PNS menyadari kewajibannya dalam mengeluarkan zakat, saya yakin tidak akan ada lagi masyarakat miskin di daerah ini," pungkasnya. (mol/tap)












































.md.jpg)






