Persiapan Festival Salak Wedi 2017
Rabu, 25 Januari 2017 22:00 WIBOleh Rischa Novian Indriyani
Oleh Rischa Novian Indriyani
Kapas - Warga Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro hingga pukul 21.00 WIB malam hari ini, Rabu (25/01/2017) masih nampak antusias dan bersemangat mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka menyambut festival salak yang akan diadakan esok hari.
Festival yang diadakan untuk memperingati haul KH. Basyir Mujtaba' ke 94 ini merupakan kali pertama di adakan di Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.
Menurut keterangan Suwardi (45), warga RT 12 saat ditemui beritabojonegoro.com (BBC) yang juga merupakan anggota panitia menerangkan, bahwa acara besok dimulai pukul 08.00 WIB dan akan dihadiri pula oleh Kang Yoto, Bupati Bojonegoro.
"Nanti start di Balai Desa Wedi, kemudian dari sana Kang Yoto akan diarak diikuti dengan gunungan salak menuju Masjid Desa Wedi, kemudian menuju gapura RT 12 untuk acara potong pita", ujarnya.

Masuk RT 12 Desa Wedi merupakan tempat stand para tamu dan masyarakat yang hadir untuk makan salak gratis dan mencicipi berbagai macam olahan yang terbuat dari salak yang di buat sendiri oleh warga setempat.
Salah satu warga yang ikut berpartisipasi membuata olahan salak adalah Rumisah (42). Beserta ibu-ibu dari RT 12, hingga malam hari ini masih sibuk membuat kurma salak. Sedangkan beberapa olahan salak yang sudah siap diantaranya kerupuk salak, wingko salak, tape salak dan kue karamel yang juga terbuat dari salak serta masih banyak lagi yang lainnya.

Rumisah mengaku sangat senang dengan adanya Festival Salak ini, "Dulu salak cuma di konsumsi, tapi dengan adanya festival salak ini, warga Desa Wedi, terutama ibu-ibu bisa berkreasi dan bisa dalam menemukan ide-ide baru untuk mengolah salak", ucapnya bersemangat.
Sedangkan di kediaman Ma'in (35), warga RT 05, juga terlihat masih ramai dengan adanya para bapak dan remaja yang menghias gunungan salak serta menyiapkan kostum para peserta arak-arakan yang akan membawa gunungan salak esok hari.
"Gunungan ini dikumpulkan oleh warga, sebagai simbolis. Sisanya ditarug di stand festival untuk disediakan pada pengunjung, gratis. Yang olahan baru bayar," kata Ma'in. (rni/inc)












































.md.jpg)






