Bisnis Handicraft dari Limbah Kayu di Kasiman
Tempat Air Minum Dalam Kemasan Motif Kura-Kura, Paling Banyak Disukai
Senin, 30 Januari 2017 18:00 WIBOleh Sucipto
Oleh Sucipto
Kasiman - Handicraft atau kerajinan dari limbah kayu jati dalam berbagai motif untuk tempat air minum dalam kemasan yang dibuat di Dukuh Bandar Desa Batokan Kecamatan Kasiman, diantara motif yang ada, saat ini yang paling banyak disukai pembeli adalah motif kura-kura.
Inovasi pembuatan handicraft ini terbukti telah menghasilkan transaksi dalam jumlah besar. "Alhamdulillah, laris manis, banyak yang mencari," ungkap Maskun, salah seorang pengusaha handicraft kepada beritabojonegoro.com
Pemilik nama lengkap Maskun Adi Winarno ini memproduksi tempat air minum dalam kemasan dalam berbagai motif. Produk ini sebenarnya muncul Tahun 2010 lalu. Bahkan, produk yang dijual Rp 65 ribu hingga Rp 90 ribu per biji ini belakangan mengalami booming di pasaran.
"Untuk memenuhi permintaan masyarakat, kami memproduksi beberapa motif seperti motif kura-kura, bonsai, merak, kepiting, teratai, angsa, ayam, kelinci, dan bunga. Saat ini yang paling laris adalah motif kura-kura," jelas pria asal Desa Tinggang Kecamatan Ngraho ini.
Daya tarik motif ini membuat pelanggan semakin banyak melebarkan jaringan hingga ke daerah lain. "Motif ini juga laris di daerah lain. Kami rutin melayani permintaan dari Lombok, Bogor dan Palembang. Minimal 200 biji per bulan kami mengirimnya," ujar pria 42 tahun ini bangga.
Pria yang memulai usaha handicraft sejak Tahun 2003 ini optimis, kedepan bisnis ini masih cerah. "Terutama souvenir yang kecil-kecil ini, karena bahan bakunya relatif masih mudah didapatkan," pungkasnya. (cip/inc)












































.md.jpg)






