RS Muhammadiyah Kalitidu
Tahun 2020 Realisasikan Trauma Centre
Rabu, 01 Februari 2017 07:00 WIBOleh Sucipto
Oleh Sucipto
Kalitidu - Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu berencana akan mewujudkan layanan Trauma Centre. Yakni satu pusat pelayanan kesehatan untuk kasus-kasus trauma.
Ketika ditemui beritabojonegoro.com, Direktur RS Muhammadiyah Kalitidu dr Diana Kawulaningsari MMKes mengatakan perlunya Trauma Centre di institusi yang dipimpinnya.
"Dengan adanya angka kejadian kecelakaan yang tinggi serta angka rujukan trauma kepala berat yang tinggi pula, maka keberadaan trauma centre ini mutlak diperlukan," ujar Diana ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (01/02/2017).
Dokter asal Kedungadem ini menuturkan, kasus patah tulang dan gegar otak banyak terjadi di wilayah Kalitidu dan sekitarnya. Oleh sebab itu pihaknya perlu memikirkan hal tersebut.
"Kami optimistis trauma centre akan terealisasi tahun 2020. Untuk menuju kesana kami sedang mempersiapkan fisik bangunan, peralatan, serta sumber daya manusia," ujar wanita cantik ini.
Dokter alumnus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menambahkan, dengan adanya trauma centre angka rujukan ke rumah sakit bisa ditekan. "Saat ini kami masih konsentrasi di fisik bangunan. Tahun 2017 kami membangun IBS (instalasi bedah sentral) dan ICU (intensive care unit) di lantai 3," katanya.
RS Muhammadiyah Kalitidu yang berdiri di atas tanah seluas 6.175 meter persegi tersebut telah memiliki 11 dokter serta 97 karyawan. "Masih banyak yang bisa dan akan kami lakukan demi pelayanan terbaik untuk masyarakat," pungkas dokter Diana. (cip/kik)











































.md.jpg)






