Wilayah Bojonegoro Rawan Longsor
Kamis, 02 Februari 2017 07:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro - Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah daerah yang ada di Kabupaten Bojonegoro mulai tergenang luapan air hujan. Selain itu hujan deras juga mengakibatkan tanah longsor. Seperti salah satunya di Desa Kalirejo, Kecamatan Malo. Tanah yang longsor langsung ditangani masyarakat secara gotong royong.
"Warga langsung bergotong royong membangun secara darurat lokasi yang longsor dengan menggunakan tiang pancang dari bambu dan diuruk menggunakan sak yang diisi tanah," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, Kamis (02/02/2017).
Andik Sudjarwo mengungkapkan, selain di Kecamatan Malo, bencana akibat hujan dengan intensitas tinggi itu juga terjadi di Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu. Di Desa Duyungan air tidak bisa mengalir secara lancar sehingga meluber di jalan. "Intensitas hujan yang tinggi ini masyarakat harus waspada banjir, longsor dan puting beliung,"terangnya.
Pengikisan tanah juga terjadi di bangunan DAM Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho. DAM yang dibangun pada tahun 2008 itu terkikis air dengan berdiameter kurang lebih 100 meter. Akibatnya, air menerobos melalui bawah jalan paving dan keluar melalui saluran air yang kecil. Warga bersama dengan perangkat desa setempat kemudian kerja bakti membendung dengan menggunakan sak yang diisi batu krapak.
Tanah longsor rawan terjadi di daerah perbukitan. Karena saat ini hutan yang ada di daerah perbukitan banyak yang gundul. Air hujan yang turun akibatnya tidak bisa diserap tanah dengan baik. Seperti di Dusun Tretes, Desa Pragelan, Kecamatan Gondang. Tanah di kawasan hutan KPH Bubulan itu ambles sepanjang 400 meter dan mengancam sedikitnya 80 kepala keluarga.
Daerah di Kabupaten Bojonegoro yang rawan terjadi longsor ada sebanyak 12 kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 17 desa. Daerah tersebut di antaranya satu desa di Kecamatan Ngraho, Temayang, Kalitidu, Tambakrejo, Gondang, Bojonegoro, Kedungadem, dan Kecamatan Kedewan, sedangkan dua desa rawan longsor berada di Kecamatan Trucuk, Malo dan Kecamatan Padangan serta tiga desa berada di Kecamayan Sekar. (her/kik)












































.md.jpg)






