Ansor Gayam Gelar Dialog Bertemakan Penataan Perekonomian Umat
Sabtu, 04 Februari 2017 15:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Gayam - Berjuang untuk membesarkan organisasi memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebab ada banyak hal yang harus dilakukan, termasuk menata perekonomian yang menjadi pemicu tersendatnya program yang direncanakan.
Hal ini yang mendasari Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro mengadakan dialog strategis dengan mendatangkan praktisi dan juga Direktur BMT NU Ngasem Wahyudi, Jumat (03/02/2017), di Mushola Ali Mukti Desa Brabowan Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.
Tak tanggung-tanggung, tema yang diangkat, yakni Membangun dan Mengembangkan Perekonomian Ansor Sebagai Embrio Kemandirian Umat.
"Kami mengundang beliau untuk memberikan gambaran bagaimana menata dan mengelola perekonomian organisasi seperti halnya Ansor," ungkap Ketua PAC GP Ansor Gayam Imam Hambali dalam sambutannya.
Sebab, saat ini Ansor Gayam sendiri memiliki aset pengelolaan lahan pertanian seluas 1 hektare, sehingga diperlukan pula rumusan bagaimana menciptakan sistem manajemen yang baik.
"Selain lahan pertanian, Ansor Gayam juga memiliki Kelompok Serba Usaha (KSU) yang bergerak dibidang wirausaha organisasi dan kegiatan ekonomi lainya," paparnya.
Dalam diskusi ini, Direktur BMT NU Ngasem Wahyudi menyampaikan, menata perekonomian harus menjadi prioritas khususnya bagi MWC NU dan seluruh Badan Otonom (Banom)-nya. Sebab, akan menjadi sesuatu yang berat apabila perjuangan di NU maupun Ansor tidak terlaksana hanya karena minimnya pendanaan.
"Kasihan Banomnya juga jika harus meminta sumbangan dengan proposal setiap kali mengadakan kegiatan. Ini tidak boleh dibiarkan secara terus-menerus," jelasnya.
Pria yang pernah menjadi dosen ini menawarkan konsep perekonomian agar program - program di NU dan Banomnya berjalan maksimal. Salah satunya adalah dengan membuat lembaga perekonomian yang tidak bergantung pada struktural NU, namun memberikan kontribusi secara optimal.
"Seperti BMT yang saya kelola ini pengurusnya harus fokus pada peningkatan perekonomian, sehingga setiap akhir tahun hasil laba akan dialokasikan sesuai kesepakatan kepada MWC NU setempat," tambahnya.
Artinya, harus dibedakan juga mana yang fokus pada program NU, fokus pengkaderan di level Badan Otonom, dengan orang yang fokus diperekonomian.
"Sebab, dari pengamatan yang saya lakukan, inilah formula yang tepat. Karena jika lembaga perekonomian terikat langsung dengan struktural, maka akan rawan dimasuki kepentingan pribadi yang tak jarang justru menjadi penghambat lajunya lembaga perekonomian," tegasnya.
Kegiatan ini berjalan khidmat dan peserta diskusi yang berasal dari pengurus Ansor se-Kecamatan Gayam terlihat antusias. (her/tap)












































.md.jpg)






