Skabies, Penyakit Ini Sering Serang Kucing di Musim Hujan
Minggu, 05 Februari 2017 08:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro Kota – Musim hujan bisa memberikan berkah kepada masyarakat, juga bencana. Bukan hanya manusia saja, kucingpun sama. Di musim penghujan, banyak kucing yang sakit-sakitan. Salah satu penyakit yang kerap mendera kucing adalah skabies.
Menurut dokter hewan Galuh, warga Perumda Bojonegoro Kota, penyakit skabies memang sering mendera kucing di musim hujan. Sebabnya, kucing sering kehujanan atau berada di tempat yang lembab. “Apalagi kalau kotor,” katanya, Jumat lalu (03/02/2017).
Dokter Galuh menjelaskan, penyakit skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit. Penyakit ini sering menyerang kucing, anjing, kelinci dan hewan piaraan lainnya, saat musim hujan.
“Parasitnya kecil sekali, ukuran sekitar 0,2 milimeter. Parasit ini membuat ruang di antara daging dan kulit, sehingga menyebabkan gatal pada kucing, kulit kudisan,” kata dokter Galuh.
Gejala yang lain selain kudisan pada kulit, bulu kucing juga rontok. Sehingga binatang yang identik dengan kelucuan itu jadi kelihatan buruk rupa saat terserang skabies.
Cara menyembuhkannya bisa dengan disuntik anti skabies yang hanya ditangani oleh dokter hewan. Ada cara yang sederhana, seperti rutin memandikan kucing dengan sampo khusus atau mengolesi salep. Namun pemilik kucing seringkali kerepotan menanganinya sebab kucing cenderung takut air. Yang paling mudah adalah disuntik anti skabies.
“Namun, agar cepat proses sembuhnya, tetap butuh dimandikan. Suntik biasanya dua kali baru sembuh, jaraknya selang seminggu sampai sepuluh hari,” kata dokter Galuh.
Agar terhindar dari skabies, kucing hendak jangan dibiarkan berkeliaran di tempat-tempat lembab atau kumuh dan becek di musim hujan, sebab biasanya parasit dari sana. “Serta kalau sudah kena skabies, jangan kontak langsung. Skabies ini menular pada manusia. Gejalanya sama, pada kulit,” kata dokter Galuh. (her/moha)











































.md.jpg)






