Serap Aspirasi Peternak Sapi, Kuswiyanto Kunjungi Kandang Milik Kusnan di Sukosewu
Minggu, 05 Februari 2017 15:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro - Inspirasi datang dari mana saja termasuk dari kandang sapi. Apalagi bila sumber inspirasi dari seorang peternak terkenal dari Desa Klepek Kecamatan Sukosewu, Kusnan. Untuk itulah Kuswiyanto anggota DPR RI Komisi VIII mengunjungi Kusnan sore kemarin, Sabtu (04/02/2017). Dalam kunjungan kerjanya ini Kuswiyanto didampingi oleh wakil ketua DPRD Bojonegoro M Suyuthi dan Komisi B DPRD Lasuri.
Diketahui bahwa mulai tahun 2009, Kusnan telah banyak menjuarai kontes sapi tingkat daerah dan nasional, sehingga sapi-sapinya menjadi langganan bupati, gubernur bahkan presiden saat idul adha setiap tahunnya.
"Dalam kunjungan ini kami sengaja ingin belajar dan mendengarkan keluh kesah peternak sapi di Kandang milik Kusnan," ujar Kuswiyanto.
Menyambut kunjungan Kang Kus, Kusnan dan warga setempat berkisah tentang suka duka merawat sapi-sapinya dengan hati. Antara lain mereka memberi makan dengan pola tepat, ukuran dan waktu hingga komposisi bahan makanannya. Keseriusan mereka dalam perawatan membuat kandang mereka menjadi rujukan bagi banyak pihak yang ingin belajar beternak.
“Banyak yang belajar di kandang Kusnan, dari Jawa hingga luar Jawa. Tapi yang dikeluhkan hari ini adalah murahnya harga sapi meski harga daging sapi relatif setabil,” kata Kang Kus.
Menurut Kuswiyanto, problem besar pertanian dan peternakan itu karena kartel-kartel yg membuat harga sapi turun. Untuk mengatasi hal tersebut, makanya Presiden RI Joko Widodo ingin mewujudkan kedaulatan pangan pertanian dan peternakan dari dalam negeri.
"Oleh karenanya peternak harus mulai modern bagaimana memanfaatkan kotoran untuk pupuk organik, untuk biogas yang manfaatnya tentu lebih besar seperti masak dan listrik," jelasnya.
Dengan demikian, kata Kang Kus, peternakan dan pertanian mampu menuju masyarakat Bojonegoro yang lebih hebat.
Sementara itu, Lasuri yang membidangi peternakan menjelaskan bahwa Pemkab telah mendirikan Puskeswan di semua kecamatan, Puskeling ternak. Namun karena imbas impor, harga sapi terus turun meski harga daging tetap tinggi.
"Ini adalah wujud perhatian pemkab terhadap peternak Bojonegoro. Sehingga harapannya bagamana Kang Kus yang menjadi wakil kita dipusat bisa ikut menekan kebijakan import sapi yang masih terus ada," pungkasnya. (ver/moha)












































.md.jpg)






