Penolakan Reaktivasi Rel KAI
Bupati akan Berikan Rekomendasi Kepada Kementerian Perhubungan
Sabtu, 11 Februari 2017 08:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Menanggapi keluhan ratusan warga penghuni tanah bekas rel kereta api di wilayah Bojonegoro, Bupati Bojonegoro berjanji akan bawa rekomendasi ke Kementerian Perhubungan. Bupati akan menawarkan solusi - solusi terbaik agar tidak ada dampak terburuk bagi warga yang sudah puluhan tahun menghuni tanah tersebut.
Hal itu disampaikan Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto Msi saat dialog publik Jumat (10/02/2017) di Pendapa Pemkab Bojonegoro. Bupati mengaku jauh hari sebelum timbul keresahan, Pemkab sudah memikirkan kondisi ini.
Tepatnya tahun 2009 lalu Pemkab sudah pernah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Perhubungan, untuk mengelola tanah bekas rel kereta api Bojonegoro - Jatirogo-Rembang-Lasem - Semarang. Tepatnya di 5 desa atau kelurahan yaitu Desa Sukorejo, Kelurahan Ngrowo, Kelurahan Karangpacar, Kelurahan Banjarejo Kecamatan Kota dan Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk.
Saat itu Bupati diundang oleh Kementerian Perhubungan untuk melakukan pemaparan terkait rencana pengelolaan lahan tersebut. " Kita sudah beberapa kali diundang dan melakukan presentasi, ada harapan waktu itu," kata Kang Yoto.
Setelah diberikan harapan, tiba - tiba datang surat jawaban dari Kemenhub yang isinya
meminta maaf kepada Bupati Bojonegoro bahwa pengajuan tersebut tidak bisa dikabulkan. Karena suatu saat Kemenhub akan berencana melakukan reaktivasi kembali.
"Nanti akan kita lakukan pendataan kembali baik warga, dan rumah - rumah, bersama Dinas Perhubungan, dan Kimpraswil, setelah itu kita akan tawarkan kepada Kemenhub solusi terbaik," lanjut Kang Yoto.
Jika ada kemungkinan terburuk rel terbangun, minimal tidak semua rumah - rumah warga tergusur. Warga juga menawarkan opsi pengalihan jalur dari Ngulanan menuju Banjarsari.
"Dari keluhan-keluhan warga membuat rekomendasi, misalnya rel itu dibangun lewat atas, atau lewat bawah tanah sekalian," cetus Bupati.
Diketahui warga 5 desa dan kelurahan di wilayah Bojonegoro yang menghuni di atas tanah bekas rel kereta api Bojonegoro - Jatirogo tergabung dalam paguyuban pewaris bangsa. Mereka menyebutkan memiliki anggota kurang lebih sekitar 2.500 warga di 5 desa yang terancam tergusur jika benar ada reaktivasi jalur rel. (pin/kik)












































.md.jpg)






