Belum Semua SLTP di Bojonegoro Bisa Terapkan UNBK Tahun Ini
Minggu, 12 Februari 2017 13:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun ajaran 2016/2017 akan diprioritaskan melalui Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Saat ini semua SLTA di Bojonegoro sudah siap menerapkan UNBK, namun untuk SLTP belum seluruhnya.
Sesuai dengan surat edaran dari Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan No. 888/A4.1/HK/2017 10 Januari 2017 yang menyatakan mewajibkan dan menetapkan setiap sekolah (kecuali SLB) yang sudah memiliki komputer dengan kapasitas lebih dari 20 (dua puluh) unit dan satu unit server untuk melaksanakan UNBK.
Dinas Pendidikan Provinsi dan seluruh Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten/ Kota untuk menetapkan sekolah yang belum dapat melaksanakan UNBK di sekolahnya agar siswanya mengikuti UN di tempat pelaksanaan UNBK yang berada dalam radius maksimal 5 (lima) kilometer.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Sumiarso menargetkan pada tahun ajaran 2017 ini seluruh proses UNBK. Jika tahun ini semua sekolah sudah harus menggunakan sistem UNBK sesuai dengan keinginan Kementerian Pendidikan.
"Kita sudah harus menggunakan sistem UNBK tahun ini. Jika pada tahun lalu hanya sejumlah sekolah yang menggunakan UNBK, tahun ini sudah harus semua,” ujarnya.
Sehingga, sekolah juga tidak harus memaksakan diri bel computer. Hal itu, Disdik Provinsi tidak mau tanggung-tanggung dalam pelaksanaan UNBK. ‘’Jadi, tahun ini SMA dan SMK seratus persen UNBK,’’ terangnya.
Menurut Sumiarso, UNBK memiliki kelebihan tersendiri dibanding unas berbasis kertas. Sebab, tingkat kejujuran UNBK sangat tinggi. Selain itu, nilai yang diperoleh UNBK lebih baik dibanding unas berbasis kertas. "Itu membuat provinsi yakin untuk melaksanakan UNBK secara penuh. UNBK juga adalah tolak ukur pendidikan yang sebenarnya, semua hasil dari ujian menggunakan sistem UNBK bisa dijamin 100% dari hasil pemikiran siswa-siswi saat ujian,” katanya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro juga siap melaksanakan UNBK lebih banyak tahun ini. Namun, jenjang SMP masih belum semua melaksanakan UNBK. Sebab, Disdik Bojonegoro melihat kemampuan sekolah dalam melaksanakannya.
Jika sekolah tidak mampu, Disdik tidak memaksa. "Pelaksanaan UNBK tidak memaksa. Jadi, kalau tidak mampu ya tidak usah. Unas berbasis kertas saja,’’ kata Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi.
Disdik juga menghimbau sekolah agar tidak meminta pungutan ke wali murid untuk pelaksanaan UNBK. Sebab, dalam UNBK tersebut tidak ada iuran apapun. Mengenai sekolah yang tidak memiliki komputer akan menumpang UNBK pada sekolah lain. Mengenai hal itu Disdik Bojonegoro akan melakukan MoU dengan Cabang Disdik Provinsi. "Dalam waktu dekat kami akan lakukan MoU dengan Cabang Dinas Provinsi,’’ jelasnya. (mol/moha)











































.md.jpg)






