Kurangi Angka Kemiskinan, Dinas Sosial Bojonegoro Maksimalkan Peran Pekerja Sosial
Selasa, 28 Februari 2017 14:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Masih tingginya angka kemiskinan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Tahun ini Bojonegoro menempati rangking ke-24 sebagai kabupaten termiskin di Jawa Timur.
Untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro hari ini, Selasa (28/02/17), bertempat di lantai 2 Gedung Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, melaksanakan pembinaan pekerja sosial dalam rangka pendataan dan penanggulangan kemiskinan.
Pembinaan ini dihadiri 350 peserta, terdiri pegawai Dinas Sosial, Petugas Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Karang Taruna Kabupaten. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Setyo Hartono, yang juga sebagai Ketua Penanggulangan Kemiskinan Bojonegoro, menyatakan, tim penanggulangan kemiskinan telah menjalankan tugasnya dengan baik. Selama ini sudah meninjau langsung di lapangan dengan mengunjungi para keluarga miskin.
"Kantong kemiskinan ada dua tempat, yaitu di pinggiran hutan dan pinggiran Bengawan Solo," ujarnya.
Wabup menambahkan, Ketua Penggerak PKK Bojonegoro dan Pekerja Sosial juga telah melakukan pendataan. Hasilnya, tercatat sebanyak 459 pedukuhan dalam kondisi masih tertinggal, mayoritas berada di wilayah Kecamatan Kanor.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Adie Wicaksana, mengatakan, tahun ini rencana aksi di Bojonegoro fokus pada penanganan kemiskinan. Untuk itu, hari ini dilaksanakan pertemuan secara keseluruhan petugas tenaga sosial.
"Tahun ini rencana aksi di Bojonegoro fokus pada penanganan kemiskinan, karena Bojonegoro masuk rangking 24 kabupaten termiskin," ungkapnya.
Dia menambahkan, kemiskinan dibagi dua jenis. Pertama, kemiskinan makro yang diukur sesuai pengeluaran masyarakat. Kedua, kemiskinan mikro dengan melihat 14 indikator yang ada, di antaranya lantai bangunan rumah, tembok rumah, atap rumah, dan nilai perabotan rumah.
Dulu sewaktu Bupati Suyoto awal menjabat, Kabupaten Bojonegoro masuk rangking ke-2 kabupaten termiskin di Jawa Timur. Sekarang rangkingnya turun jadi ke-24, namun angka kemiskinannya malah meningkat. (mol/tap)












































.md.jpg)






