Kapolres Ajak Ulama Perangi Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba
Jumat, 31 Maret 2017 11:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro - Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi pada Kamis (30/03/2017) mengajak para ulama yang hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rayon Barat Kabupaten Bojonegoro di di pendapa Kecamatan Padangan untuk berperang melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Bojonegoro.
Sebelumnya, dalam operasi Tumpas Narkoba Semeru 2017 beberapa bulan yang lalu, jajaran Polres Bojonegoro mendapatkan predikat terbesar ke tiga se Jawa Timur dalam mengungkapkan kasus narkoba. Kondisi tersebut membuat bangga atas kinerja para anggotanya sekaligus merasa prihatin bahwa peredaran narkoba telah masuk di Bojonegoro.
"Tidak ada lagi selain kata perang terhadap narkoba!" tegas Kapolres kepada para ulama yang hadir dalam rakor tersebut.
Selain itu, Kapolres juga mengungkapkan bahwa sebanyak 200 gram narkoba yang telah diungkap selama pelaksanaan operasi tumpas narkoba semeru 2017 telah masuk hingga pedesaan dimana salah satu mantan kepala desa di Kecamatan Sumberejo bersama perangkat desa dan saudaranya menjadi bandar terbesar di wilayah Bojonegoro. Selain memasuki pedesaan, narkoba juga telah memasuki usia remaja bahkan melibatkan seorang wanita.
"Saat ini narkoba tidak hanya dikonsumsi masyarakat perkotaan, tapi masyarakat di pedesaan telah ikut mengkonsumsinya", ungkap Kapolres.
Selain masalah narkoba, Kapolres juga menanggapi adanya berita hoax yang telah beredar di masyarakat melalui pesan singkat baik whatsapp ataupun BBM dan media sosial mengenai adanya penculikan anak di Kabupaten Bojonegoro, sekali lagi Kapolres tegaskan bahwa berita tersebut adalah tidak benar atau hoax.
Melalui forum ini juga Kapolres mengajak para ulama untuk memerangi berita hoax yang telah beredar di masyarakat dengan selalu mengecek kebenarannya, dimana berita hoax yang disebarkan kepada masyarakat merupakan propaganda ajakan untuk membuat resah serta mengganggu kamtibmas.
"Kami tegaskan kembali bahwa berita tentang adanya penculikan anak di Kabupaten Bojonegoro tidak benar,” tegas Kapolres.
Di akhir sambutannya, Kapolres juga mengajak para ulama untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimana saat ini telah banyak kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila dengan ideologi keagamaan. Selain itu juga, kepada ulama Kapolres juga mengajak untuk mengatisipasi faham radikalisme dan terorisme yang saat ini terus berupaya menunjukkan eksistensinya serta merekrut anggotanya dengan memberikan doktrin-doktrin dengan masuk sebagai ceramah agama ataupun seminar keagamaan.
"Saat ini mereka terus berupaya menunjukkan eksistensinya dengan merekrut para pemuda sebagai bagian dari kelompok mereka,” pesan Kapolres. (her/kik)












































.md.jpg)






